KLIKJATIM.Com | Lamongan – Keluhan petani tebu di Kabupaten Lamongan terhadap pelaksanaan Program Bongkar Ratoon (peremajaan tebu) menjadi perhatian Komisi B DPRD Jawa Timur. Sejumlah petani mengaku mengalami gagal panen dan menilai bantuan bibit yang diterima tidak memberikan hasil sesuai harapan.
Aspirasi tersebut disampaikan saat Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Much. Abdul Qodir, menggelar Reses III di Kabupaten Lamongan pada Sabtu (25/7/2026). Dalam pertemuan itu, petani mengeluhkan produktivitas tebu yang menurun setelah mengikuti program peremajaan yang digagas pemerintah.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Abdul Qodir memastikan Komisi B akan berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Bongkar Ratoon. Evaluasi dilakukan guna mengetahui penyebab rendahnya hasil panen, termasuk menilai kualitas bibit yang disalurkan kepada petani dan efektivitas pendampingan selama program berlangsung.
"Kami akan segera berkoordinasi dan mengevaluasi bersama Dinas Perkebunan Jatim. Bila diperlukan, dinas harus turun langsung ke lapangan melakukan pendampingan secara masif agar petani tebu bisa bangkit dan kembali menghasilkan panen yang optimal," ujar Abdul Qodir.
Politisi PKB tersebut menegaskan, program peningkatan produktivitas tebu harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi petani. Menurutnya, kualitas bibit dan pendampingan teknis merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan Program Bongkar Ratoon.
"Selain mengevaluasi penyaluran bantuan, kami akan mendorong Dinas Perkebunan memperkuat pendampingan kepada petani di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani sekaligus mencari solusi agar produktivitas tebu kembali meningkat," imbuh Qodir.
Dalam reses tersebut, para petani berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan bibit, tetapi juga memastikan mutu bibit yang diberikan serta memberikan pendampingan berkelanjutan mulai dari proses tanam hingga panen. Dengan demikian, tujuan Program Bongkar Ratoon untuk meningkatkan produksi gula nasional sekaligus kesejahteraan petani dapat tercapai.
Editor : Abdul Aziz Qomar