KLIKJATIM.Com | Sumenep – Penyidikan kasus kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, kini mulai mengarah pada dugaan ketidaksesuaian pencatatan data penumpang dan muatan kapal.
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur menemukan indikasi kuat perbedaan antara data manifes resmi dengan keterangan yang dihimpun para penyidik di lapangan. Perbedaan data ini menjadi titik krusial dalam mengungkap penyebab pasti serta aspek keselamatan pelayaran.
Keterangan dari sejumlah saksi yang diperiksa polisi hingga saat ini juga belum menunjukkan angka yang seragam. Oleh karena itu, penyidik masih terus mencocokkan berbagai informasi untuk memastikan kondisi riil saat kapal bertolak dari dermaga.
Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jatim, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, menegaskan bahwa pemeriksaan marathon dilakukan untuk mengurai kronologi peristiwa sekaligus menguji validitas dokumen kapal.
"Sampai saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap 22 saksi terkait insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa II," terang Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Sabtu (29/8/2026).
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum membeberkan rincian angka pasti mengenai selisih data manifes tersebut. Penyidik masih berfokus melakukan proses sinkronisasi antara dokumen resmi dari pengelola kapal, kesaksian para saksi, dan bukti-bukti fisik di lokasi kejadian.
Pengusutan ketidaksesuaian data jumlah penumpang serta beban muatan ini dinilai sangat vital karena berkaitan langsung dengan pemenuhan standar keselamatan pelayaran. Dari hasil verifikasi data ini, penyidik akan menilai apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur operasional yang dilakukan oleh pihak operator kapal.
Ditpolairud Polda Jatim memastikan proses hukum terus berjalan transparan hingga seluruh rangkaian pembuktian dinilai cukup. Hasil akhir dari penyidikan ini nantinya akan disampaikan secara terbuka kepada publik.
KM Mutiara Sentosa II dilaporkan terbakar saat melintasi perairan utara Sumenep pada Minggu (2/8/2026) dalam rute pelayaran dari Surabaya menuju Makassar.
Berdasarkan data awal, kapal tersebut tercatat mengangkut 180 penumpang dan 47 orang Anak Buah Kapal (ABK). Namun, jumlah pasti dari manifes tersebut kini dihitung ulang oleh tim penyidik.
Sementara itu, Pos SAR Sumenep menduga titik awal percikan api bermula dari area penyimpanan barang di bagian dek bawah kapal, yang kini masih terus didalami pihak berwajib
Editor : Fatih