KLIKJATIM.Com | Sumenep – Di tengah menjamurnya aneka makanan modern, jajanan tradisional Apen Rainbow Parsanga khas Desa Parsanga, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, tetap mampu mempertahankan daya tariknya. Kuliner warisan keluarga yang telah bertahan selama tiga generasi ini bahkan terus berkembang dan menjadi salah satu produk UMKM unggulan daerah.
Usaha tersebut kini dikelola Kus Suryati, yang melanjutkan usaha keluarga peninggalan sang nenek, Mbah Atik. Meski tidak mengetahui secara pasti kapan usaha itu dirintis, Kus mengaku sejak kecil telah melihat neneknya berjualan apen sebelum akhirnya ia mengambil alih usaha tersebut pada awal tahun 2000-an.
"Sejak saya kecil, nenek sudah berjualan apen. Kemudian sekitar tahun 2000-an saya meneruskan usaha keluarga ini hingga sekarang," kata Kus, Rabu (22/7).
Perjalanan usahanya semakin berkembang setelah mengikuti lomba kuliner UMKM pada tahun 2000. Dalam ajang tersebut, produk buatannya berhasil meraih penghargaan yang mendorongnya untuk terus mengembangkan sekaligus melestarikan kuliner khas Sumenep.
Meski mengikuti perkembangan selera pasar, Kus tetap mempertahankan cita rasa autentik apen. Inovasi dilakukan melalui peluncuran Apen Rainbow, varian dengan beragam warna dan rasa yang seluruhnya menggunakan bahan alami tanpa pewarna sintetis.
Warna kuning diperoleh dari telur ayam kampung, hijau berasal dari perpaduan daun pandan dan daun suji, sedangkan warna merah menggunakan sari buah naga.
"Semua warna berasal dari bahan alami tanpa tambahan pewarna buatan, sehingga tetap aman sekaligus mempertahankan kualitas produk," ujarnya.
Apen original dijual dengan harga Rp12 ribu per kemasan, sedangkan Apen Rainbow dipasarkan Rp15 ribu per bungkus berisi sepuluh potong. Selain itu, usaha tersebut juga memproduksi serabi manis dan serabi kuah sebagai pelengkap pilihan bagi pelanggan.
Untuk pemasaran, Kus masih mengandalkan telepon seluler dan aplikasi WhatsApp, terutama melalui fitur status. Produk-produknya juga dipasarkan melalui pedagang pasar yang mengambil langsung dari lokasi produksi sebelum dijual kembali.
Menurutnya, cara tersebut masih sangat efektif karena hampir seluruh produk yang dipasarkan di pasar habis terjual setiap pagi.
Penjualan Apen Rainbow tergolong stabil. Pada hari biasa, omzet harian mencapai sekitar Rp500 ribu. Sementara saat musim ramai seperti Hari Raya Idulfitri, reuni, hingga kegiatan instansi pemerintah, pendapatan bisa meningkat menjadi Rp800 ribu bahkan menembus lebih dari Rp1 juta per hari.
Tak sedikit instansi yang memesan apen sebagai sajian rapat maupun acara resmi, menggantikan menu roti yang biasa disediakan.
Dalam proses produksi, Kus dibantu beberapa pekerja dengan jumlah yang disesuaikan berdasarkan banyaknya pesanan agar seluruh permintaan dapat dipenuhi tepat waktu.
Di tengah persaingan usaha kuliner tradisional, Kus tetap optimistis usahanya akan terus bertahan berkat kepercayaan pelanggan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
"Alhamdulillah, pelanggan sudah mengenal kualitas dan cita rasa khas apen kami, sehingga mereka tetap mempercayakan pesanannya kepada kami," tuturnya.
Dengan tetap mempertahankan resep turun-temurun, memanfaatkan bahan-bahan alami, serta menjaga kualitas produk, UMKM Apen Rainbow terus berupaya melestarikan salah satu warisan kuliner khas Kabupaten Sumenep agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Editor : Abdul Aziz Qomar