klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Lepas Kloter Terakhir Embarkasi Surabaya, Khofifah Berpesan Jemaah Jaga Kesehatan dan Doakan Kedamaian Indonesia

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melepas Kelompok Terbang (Kloter) 116 yang menjadi rombongan terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H / 2026 M.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melepas Kelompok Terbang (Kloter) 116 yang menjadi rombongan terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H / 2026 M.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara resmi melepas Kelompok Terbang (Kloter) 116 yang menjadi rombongan terakhir jamaah haji Embarkasi Surabaya Tahun 1447 H / 2026 M. Prosesi pelepasan ini berlangsung dengan khidmat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Kamis malam.

Sebanyak 370 jamaah diberangkatkan pada kloter penutup ini, terdiri dari 163 jamaah laki-laki dan 207 jamaah perempuan. Rombongan didampingi oleh 4 petugas kloter, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), serta 3 petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), sehingga total keseluruhan yang bertolak mencapai 379 orang.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mendoakan agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran selama menunaikan rukun Islam kelima, serta selamat hingga kembali ke tanah air.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kloter terakhir Embarkasi Surabaya, kloter ke-116 Tahun 1447 Hijriah secara resmi saya lepas. Semoga panjenengan semua diparingi kesehatan, ibadahnya lancar, kembali ke tanah air dengan selamat, serta menjadi haji yang mabrur," tutur Khofifah.

Menariknya, pada kloter pamungkas ini, tercatat jamaah tertua atas nama Raminten Murtomo Singo Dimejo asal Kabupaten Sidoarjo yang berusia 86 tahun. Sementara itu, predikat jamaah termuda disandang oleh Mohammad Akbar Kurniawan asal Kota Surabaya yang baru menginjak usia 21 tahun.

Khofifah menjelaskan bahwa pada musim haji tahun 2026 ini, Embarkasi Surabaya total telah memberangkatkan 116 kloter dengan akumulasi mencapai 44.080 orang jamaah beserta petugas. Formasi tersebut mencakup 42.109 jamaah, 464 petugas kloter, 162 PHD, dan 140 pembimbing KBIHU.

Volume keberangkatan yang sangat masif ini menjadikan Embarkasi Surabaya sebagai yang terbesar di Indonesia untuk musim haji kali ini.

"Jadi jamaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya adalah yang terbanyak dari seluruh provinsi di Indonesia. Jika dulu paling banyak Jawa Barat karena populasi penduduknya, sekarang Jawa Timur mendapatkan kuota tambahan sebanyak 8.000 jamaah haji berdasarkan regulasi Undang-Undang Haji karena faktor antrean kita yang paling panjang," jelasnya.

Atas kelancaran operasional yang masif ini, Khofifah menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara, petugas asrama, otoritas bandara, hingga seluruh pihak terkait yang telah memberikan pelayanan prima sejak hari pertama kedatangan jamaah.

Di sisi lain, Gubernur Khofifah juga memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan. Beliau menyampaikan rasa simpati mendalam sekaligus doa kesembuhan bagi jamaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena faktor medis.

Tercatat hingga saat ini terdapat 38 orang jamaah haji yang keberangkatannya tertunda akibat kondisi kesehatan yang belum memungkinkan. Selain itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya 13 orang jamaah haji asal Embarkasi Surabaya di Arab Saudi selama masa operasional berlangsung.

Menutup arahannya, Khofifah menitipkan pesan mendalam agar seluruh jamaah fokus menjaga kondisi fisik di tengah perbedaan cuaca, menjaga kekhusyukan ibadah, serta mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Beliau juga menitipkan doa khusus bagi keselamatan bangsa.

“Yang haji sehat, keluarga yang ditinggalkan juga sehat, semuanya diberi keselamatan dan keberkahan. Mohon didoakan di depan Ka'bah nanti semoga Indonesia aman damai, mudah-mudahan Jawa Timur aman damai, serta Surabaya dan Sidoarjo khususnya senantiasa aman damai,” pungkas Khofifah.

Editor :