klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Peserta Sesdilu Kemlu Pelajari Diplomasi Investasi dan SDM di KEK JIIPE Gresik

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Penyambutan peserta Sesdilu Kemlu, di KEK JIIPE. (Dok)
Penyambutan peserta Sesdilu Kemlu, di KEK JIIPE. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Peserta Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Angkatan ke-80 melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) Gresik, Jumat (18/4/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pendalaman materi terkait diplomasi ekonomi, investasi, serta pengembangan kawasan industri strategis nasional.

Dalam agenda itu, peserta Sesdilu melakukan audiensi bersama pengelola kawasan PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) serta sejumlah tenant industri, di antaranya PT Freeport Indonesia, PT Xinyi Glass Indonesia, PT Hailiang Nova Material Indonesia, PT Fertilizer Inti Technology, PT Aneka Tambang Tbk, dan PT Unichem Candi Indonesia.

Mereka juga melakukan site visit untuk melihat langsung aktivitas industri di dalam kawasan.

External Relation and Special Economic Zone Director JIIPE, Roro Ayu Yayuk Dwi Hastuti, memaparkan bahwa KEK Gresik ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2021 dan dikelola oleh PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera.

Kawasan tersebut dirancang sebagai pusat industri terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan berbagai klaster, seperti logam, kimia, energi, elektronik, logistik, dan pelabuhan.

“Konsep utama kami adalah membangun rantai pasok industri dari hulu ke hilir agar biaya logistik lebih efisien dan daya saing global meningkat, dengan tetap mengedepankan konsep kawasan industri hijau,” ujarnya.

Dalam lima tahun pertama, yakni 2021–2026, KEK Gresik ditargetkan mampu menyerap sekitar 42 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi mencapai USD 6,7 miliar. Sementara hingga 2036, target investasi diproyeksikan mencapai USD 16 miliar dengan penyerapan tenaga kerja hingga 200 ribu orang.

“Industri pengolahan menjadi sektor terbesar dalam struktur ekonomi Indonesia dengan kontribusi 19,07 persen terhadap PDB nasional pada 2025, sekaligus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar menurut data BPS Februari 2026,” terangnya.

Para tenant juga memaparkan perkembangan investasi masing-masing, mulai dari keberadaan smelter tembaga, pembangunan fasilitas manufaktur emas kedua berkapasitas sekitar 30 ton per tahun, hingga pengelolaan garam farmasi yang meningkat tajam.

Melihat potensi besar tersebut, peserta Sesdilu menyoroti kesiapan sumber daya manusia lokal. Para diplomat muda itu mempertanyakan kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja di daerah.

Menanggapi hal itu, Roro menyampaikan bahwa JIIPE telah menjalankan berbagai program, mulai dari sertifikasi gratis, pelatihan berbasis industri, hingga kerja sama dengan berbagai lembaga guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Kami juga tengah melakukan pemetaan tenaga kerja bersama dinas terkait untuk mengetahui profil pendidikan dan usia angkatan kerja, sehingga program yang disiapkan bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Selain itu, muncul usulan pembentukan Kampung Mandarin sebagai upaya mendukung komunikasi dengan investor asal Tiongkok yang semakin banyak berinvestasi di kawasan KEK JIIPE. Gagasan tersebut terinspirasi dari keberhasilan Kampung Inggris di Pare, Kediri.

Roro menilai ide tersebut sangat baik, namun realisasinya tidak mudah. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan tenaga pengajar serta keberlanjutan program pelatihan.

“Peminatnya sebenarnya banyak, tetapi untuk pengajar masih menjadi tantangan. Ini akan kami komunikasikan lebih lanjut dengan pemerintah daerah dan pihak terkait,” katanya.

Selain penguatan SDM, JIIPE juga mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok industri. Saat ini, sejumlah tenant telah menggunakan produk dan jasa UMKM lokal, seperti penyediaan alat, jasa perawatan taman, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Meski demikian, tantangan masih ada terutama dalam hal kualitas produk agar memenuhi standar industri. Untuk itu, JIIPE bersama pemerintah terus melakukan pembinaan dan pelatihan agar UMKM dapat naik kelas.

“Kami ingin kehadiran KEK ini memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Gresik, bukan hanya di sekitar kawasan. Karena itu, UMKM lokal terus kami dorong agar bisa menjadi bagian dari ekosistem industri,” tegasnya.

Editor :