KLIKJATIM.Com | Gresik -Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terus berupaya memastikan fasilitas kepabeanan yang diberikan pemerintah mampu mendukung iklim investasi dan pertumbuhan industri nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pemanfaatan Fasilitas Kepabeanan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kawasan Industri JIIPE, Selasa (2/6).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC, Susila Brata, didampingi Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I, Rusman Hadi, serta Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean B Gresik, Asep Munandar.
Monev dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap pemanfaatan fasilitas kepabeanan, cukai, dan perpajakan yang diberikan kepada pelaku usaha di KEK. Selain memastikan fasilitas dimanfaatkan sesuai ketentuan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaring masukan dari dunia usaha terkait berbagai tantangan yang dihadapi dalam kegiatan operasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke PT Freeport Indonesia dan PT Hailiang Nova Material Indonesia. Dalam kunjungan tersebut, rombongan DJBC memperoleh paparan mengenai proses bisnis perusahaan, berdiskusi dengan manajemen, serta meninjau langsung aktivitas produksi dan fasilitas pendukung yang berada di kawasan industri.
Selain itu, tim juga melakukan peninjauan terhadap area kawasan dan sistem Autogate KEK Gresik guna melihat secara langsung implementasi layanan dan pengawasan kepabeanan di lapangan.
Dalam sesi dialog bersama para pelaku usaha, Susila Brata menegaskan bahwa DJBC berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang selaras dengan kebutuhan industri tanpa mengabaikan aspek pengawasan.
"Monitoring dan evaluasi ini tidak hanya bertujuan memastikan fasilitas yang diberikan dimanfaatkan secara optimal dan sesuai ketentuan, tetapi juga menjadi wadah bagi kami untuk mendengarkan langsung masukan dari pelaku usaha. Aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kebijakan dan pelayanan kepabeanan ke depan," ujar Susila.
Menurutnya, komunikasi yang intensif antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat, kompetitif, dan mampu beradaptasi dengan dinamika perdagangan global.
"Kami ingin memastikan bahwa fasilitas yang diberikan benar-benar memberikan manfaat bagi dunia usaha, meningkatkan efisiensi logistik, serta mendukung daya saing industri nasional. Karena itu, masukan dari perusahaan sangat penting dalam proses perumusan kebijakan yang lebih responsif dan adaptif," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, DJBC berharap pelayanan kepabeanan di KEK Gresik dapat semakin efektif, transparan, dan memberikan kepastian bagi para investor maupun pengguna jasa. Dengan dukungan regulasi yang adaptif serta kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha, KEK Gresik diharapkan terus berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri strategis di Indonesia.
Editor : Ratno