klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Khofifah–Sherly Tjoanda Laos Perkuat Kolaborasi Jatim–Maluku Utara, Fokus SPBE dan Transformasi Manajemen ASN

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Khofifah saat menerima Gubernur Sherly Tjoanda Laos (Dok)
Gubernur Khofifah saat menerima Gubernur Sherly Tjoanda Laos (Dok)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/2). Pertemuan berlangsung hangat dengan pembahasan strategis terkait penguatan kerja sama antarprovinsi.

Dalam diskusi tersebut, kedua gubernur membahas penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pengelolaan BUMD, peningkatan arus perdagangan antarwilayah, hingga inovasi manajemen ASN melalui skema Perjanjian Kinerja yang telah dikembangkan di Jawa Timur.

Khofifah menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin sejak retret kepala daerah serta misi dagang perdana Jawa Timur ke Maluku Utara yang menghasilkan sejumlah nota kesepahaman antarperangkat daerah.

“Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi memastikan setiap kerja sama dibangun dalam kerangka pembangunan terintegrasi. Di Jawa Timur, proyek perubahan menjadi instrumen untuk memastikan kebijakan berdampak sistemik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, proyek perubahan yang lahir dari pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ASN seperti PIM I dan PIM II menjadi motor penggerak inovasi tata kelola pemerintahan. Setiap perangkat daerah didorong menghadirkan inovasi yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh berjalan secara parsial. Integrasi lintas sektor dan penguatan kapasitas SDM menjadi kunci agar program pemerintah benar-benar solutif.

Dalam kerja sama ekonomi, Khofifah menyoroti peluang optimalisasi perdagangan. Ia menyebut kapal-kapal dari Jawa Timur yang mengirim komoditas ke Maluku Utara kerap kembali tanpa muatan maksimal.

“Artinya ada ruang integrasi yang bisa kita perkuat. Produk Maluku Utara harus kita bantu menemukan pasar yang lebih luas. Dengan konektivitas, termasuk Tol Laut, kita dapat membangun ekosistem perdagangan yang saling menguatkan,” jelasnya.

Penguatan integrasi pembangunan juga terlihat dalam penanganan kawasan permukiman kumuh di Jawa Timur yang kini menjadi percontohan nasional karena dilaksanakan melalui sinergi lintas perangkat daerah.

Di bidang pengembangan SDM, BPSDM Jawa Timur dipercaya Lembaga Administrasi Negara menyelenggarakan PIM II sebanyak tiga kali. Pemprov Jatim juga menjalin kerja sama internasional dengan Singapura dalam peningkatan kapasitas aparatur dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Sektor pertanian dan perkebunan turut menjadi perhatian, termasuk hilirisasi komoditas dan pengembangan varietas alpukat unggulan Malang sebagai komoditas potensial ekspor. Sementara di bidang peternakan, Jawa Timur menjadi lokasi Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang berperan strategis dalam peningkatan kualitas genetik ternak nasional.

Sementara itu, Sherly Tjoanda Laos menyampaikan apresiasi atas capaian pembangunan Jawa Timur dan menegaskan kesiapan Maluku Utara untuk belajar, terutama dalam penguatan SDM ASN, implementasi SPBE, pendidikan vokasi, serta integrasi kebijakan lintas sektor.

“Terima kasih Ibu Khofifah. Bagi saya, Ibu Khofifah selalu menjadi mentor. Hari ini saya membawa tim dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk belajar langsung, khususnya terkait peningkatan kualitas SDM melalui BPSDM,” ujarnya.

Menurut Sherly, pendekatan pembangunan terintegrasi yang diterapkan Pemprov Jawa Timur menjadi referensi penting bagi Maluku Utara dalam merancang kebijakan yang tidak sektoral, melainkan saling terhubung antarperangkat daerah.

Ia berharap kolaborasi kedua provinsi tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berlanjut pada pendampingan teknis, pertukaran praktik baik, dan pengembangan kapasitas ASN secara berkelanjutan.

Pertemuan ini menegaskan komitmen Jawa Timur dan Maluku Utara untuk membangun kolaborasi yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sekaligus transformasi tata kelola pemerintahan dan peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Editor :