KLIKJATIM.Com | Gresik – Di tengah kepungan tren modernisasi yang kian kencang, seorang siswa sekolah dasar asal Kabupaten Gresik justru memilih jalan sunyi namun membanggakan dengan menekuni warisan leluhur.
Ar Vino Syafi Ahmad (11), siswa SD YPI Darussalam Cerme, berhasil membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal mampu membawanya ke puncak prestasi setelah menyabet gelar kategori Berbakat Duta Budaya Cilik Jawa Timur 2026.
Remaja kelahiran Surabaya, 16 Februari 2015 ini tampil begitu dominan sepanjang perhelatan bergengsi tingkat provinsi tersebut. Vino, sapaan akrabnya, secara cerdas menggunakan kekayaan budaya tanah kelahirannya sebagai "senjata" utama untuk memikat hati dewan juri sejak masa pra-karantina hingga malam puncaknya.
Kecintaannya pada literasi menjadi modal kuat Vino dalam menggali filosofi mendalam di setiap pementasannya. Di hadapan audiens Jawa Timur, warga Kandangan, Cerme ini tampil memukau dengan mementaskan Tari Pencak Macan, sebuah seni bela diri sekaligus pertunjukan khas Gresik.
Tak hanya lihai dalam gerak, ia juga piawai mengisahkan sejarah, mulai dari tradisi Malam Selawe, legenda Nyai Ageng Tumengkang Sari, hingga mempromosikan wisata religi Makam Sunan Giri serta Maulana Malik Ibrahim.
Keberhasilan Vino menjadi "Wajah Budaya Gresik" ini merupakan buah manis dari dukungan total kedua orang tuanya, Naufal dan Vita. Selain fasilitas dan bimbingan belajar, perhatian emosional yang konsisten menjadi faktor penentu yang membuat Vino tampil dengan kepercayaan diri yang melampaui usianya.
Sebelum menapaki panggung Duta Budaya, Vino memang telah dikenal sebagai siswa yang sarat akan prestasi. Catatan prestasinya mencakup Juara 1 Lomba Bertutur tingkat Kabupaten Gresik (Dispusip Gresik), jawara di bidang public speaking lewat story telling, hingga meraih kemenangan di ajang akademik Gress Of Champions yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
Kini, dengan gelar Duta Budaya Cilik Jawa Timur di tangannya, Vino mengemban misi besar untuk mengajak rekan sebanyanya agar tidak melupakan identitas diri di tengah perkembangan zaman. Ia ingin prestasinya menjadi pemantik bagi anak-anak muda lainnya untuk berani tampil membela tradisi mereka.
"Harapan saya kedepannya, prestasi ini bisa memberikan inspirasi dan membantu memperkenalkan budaya daerah, khususnya Gresik, ke seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai budaya kita pudar ditelan modernisasi," ujar Vino penuh semangat.
Capaian Ar Vino Syafi Ahmad ini menjadi pengingat nyata bahwa sinergi antara kerja keras anak dan arahan orang tua dapat melahirkan generasi emas yang berdaya saing global tanpa sedikit pun melepaskan akar budayanya sendiri.
Editor : Fatih