klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Jatim Jaga Investasi Jepang Tetap Berkualitas dan Berkelanjutan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Khofifah memberikan penghargaan kepada perwakilan perusahaan asal Jepang dalam forum East Java Investment Government–Japanese Business Networking Reception (Dok)
Khofifah memberikan penghargaan kepada perwakilan perusahaan asal Jepang dalam forum East Java Investment Government–Japanese Business Networking Reception (Dok)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga iklim investasi yang kondusif serta mendorong Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang agar terus tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri East Java Investment Government–Japanese Business Networking Reception yang digelar di Harris Hotel and Conventions Bundaran Satelit, Surabaya, Jumat (30/1).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah mengapresiasi kepercayaan investor Jepang yang secara konsisten menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 212 perusahaan PMA Jepang telah beroperasi di Jawa Timur dengan total nilai investasi lebih dari 5 miliar dolar Amerika Serikat. Jepang pun tercatat sebagai penyumbang realisasi PMA terbesar keempat di Jawa Timur.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan investor Jepang yang terus menjadikan Jawa Timur sebagai destinasi investasi utama,” ujar Khofifah.

Menurutnya, investasi Jepang di Jawa Timur umumnya bersifat jangka panjang dan berbasis teknologi tinggi. Karakter tersebut menjadikan PMA Jepang sebagai salah satu pilar penguatan struktur industri daerah, khususnya di sektor logam, otomotif, kayu, serta industri makanan dan minuman.

“Investasi Jepang terbukti mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah, sekaligus mendorong tumbuhnya industri pendukung dan UMKM lokal,” ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, tingginya kepercayaan investor tidak terlepas dari komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan pendampingan menyeluruh, mulai tahap pra-investasi hingga operasional. Reformasi perizinan terus diperkuat melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang terintegrasi dengan Jatim Online Single Submission (JOSS).

Selain itu, Pemprov Jatim juga memastikan keamanan berusaha, menyediakan kemudahan akses informasi melalui platform POINT Jatim (Potential Opportunity and Investment Jawa Timur), serta layanan after care investasi melalui program KLIK – Mobile Investment Clinic.

“Dengan berbagai upaya tersebut, kami memastikan investasi yang masuk tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga berkualitas, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, realisasi investasi Jawa Timur sepanjang tahun 2025 mencapai Rp147,7 triliun, menempatkan Jawa Timur dalam tiga besar nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada Triwulan IV 2025, investasi Jawa Timur tumbuh signifikan sebesar 31,6 persen secara quarter to quarter dan 11,4 persen secara year on year.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Oleh karena itu, Khofifah mengajak Konsulat Jepang serta pimpinan perusahaan Jepang di Jawa Timur untuk terus membangun komunikasi yang intensif dan berkelanjutan.

Ke depan, Pemprov Jatim akan terus mengembangkan sektor-sektor unggulan yang memiliki potensi besar bagi investor Jepang, antara lain manufaktur dan otomotif, elektronik dan industri berbasis teknologi, petrokimia dan industri hilir, makanan dan minuman serta agroindustri, energi dan industri hijau, hingga infrastruktur dan kawasan industri.

“Saya berharap komunikasi yang intensif ini dapat melahirkan kerja sama konkret dan berkelanjutan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap menjadi mitra strategis sekaligus fasilitator bagi setiap rencana investasi yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Dr. Takonai Susumu, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Konsulat Jepang, khususnya dalam sektor ekonomi dan perbaikan iklim investasi.

“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Saya menyampaikan apresiasi atas komitmen tersebut,” ujarnya.

Ia juga menyambut positif ajakan Gubernur Khofifah untuk memperkuat dialog dan pertemuan rutin, terutama dalam membahas tantangan investasi seperti perbedaan budaya bisnis, aspek administrasi, serta regulasi hukum.

“Kami siap menjunjung tinggi kepatuhan dan memastikan kelancaran usaha yang saling menguntungkan bagi kedua pihak,” katanya.

Di akhir acara, Gubernur Khofifah didampingi Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu menyerahkan penghargaan kepada delapan perusahaan Jepang yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun di Jawa Timur. Perusahaan tersebut antara lain PT Kutai Timber Indonesia, PT Mermaid Textile Industry Indonesia, PT Hisamitsu Pharma Indonesia, PT Pakarti Riken Indonesia, PT Easterntex, PT Otsuka Indonesia, PT Ajinomoto Indonesia, dan PT Meiji Indonesia Pharmaceutical Industries.

Acara ini turut dihadiri Chairman of East Java Japan Club Akazawa Ryoichi, General Manager Indonesia Technology and Engineering Center PT Ajinomoto Indonesia, serta para pimpinan perusahaan Jepang yang beroperasi di Jawa Timur.

Editor :