klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Bambang Sutrisno, Pewaris Ajaran Samin Bojonegoro Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Bambang Sutrisno, generasi kelima Sedulur Sikep (Samin), yang baru saja membawa pulang penghargaan bergengsi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 kategori Masyarakat Adat dari Kementerian Kebudayaan RI.
Bambang Sutrisno, generasi kelima Sedulur Sikep (Samin), yang baru saja membawa pulang penghargaan bergengsi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 kategori Masyarakat Adat dari Kementerian Kebudayaan RI.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Di tengah kepungan modernisasi, Dusun Jepang di Desa Margomulyo, Bojonegoro, tetap menjadi oase bagi nilai-nilai kejujuran dan kesederhanaan.

Adalah Bambang Sutrisno, generasi kelima Sedulur Sikep (Samin), yang baru saja membawa pulang penghargaan bergengsi Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 kategori Masyarakat Adat dari Kementerian Kebudayaan RI.

Bagi Bambang, penghargaan ini bukanlah trofi untuk kebanggaan pribadi, melainkan pengakuan negara terhadap eksistensi ajaran leluhur yang telah bertahan melintasi zaman.

"Ini bukan tentang saya. Ini adalah bentuk apresiasi pemerintah kepada kami sebagai generasi penerus Ajaran Samin," ungkap putra dari tokoh legendaris Mbah Hardjo Kardi tersebut.

Bambang menjelaskan bahwa inti dari ajaran Samin adalah pedoman hidup yang sangat sederhana namun fundamental, yaitu jujur, sabar, trokal, dan narima.

Trokal berarti bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa mengeluh, sedangkan narima adalah sikap ikhlas menerima hasil apa pun setelah usaha maksimal dilakukan.

"Kalau kita sudah jujur, sabar, dan berusaha (trokal), apa pun hasilnya harus diterima dengan ikhlas (narima). Ajaran Samin sebenarnya adalah sifat dasar manusia yang sudah dibekali sejak lahir," tuturnya dengan tenang.

Penerimaan ajaran Samin di mata publik juga semakin menguat berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya melalui kebijakan penggunaan pakaian adat Samin bermotif Obor Sewu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bambang menegaskan bahwa motif Obor Sewu bukan sekadar hiasan kain. Sejak 2019, motif ini disepakati untuk tidak diperjualbelikan secara bebas guna menjaga nilai kesakralan dan identitas bagi pemakainya agar benar-benar memahami filosofi Samin.

Sejarah mencatat ajaran Samin, yang didirikan oleh Samin Surosentiko, dikenal sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme tanpa kekerasan. Hingga kini, prinsip tersebut tetap terjaga melalui lima tuntunan utama.

Lima tuntunan tersebut di antaranya tidak mengambil hak orang lain, tidak membeda-bedakan sesama manusia (semua adalah saudara), berpikir sebelum berbicara, menumbuhkan empati mendalam, dan pesan untuk Generasi Muda

Menutup tahun 2025 dengan penghargaan tertinggi di bidang kebudayaan, Bambang menitipkan pesan sederhana bagi generasi penerus. Ia tidak memaksakan ajaran ini, namun mengajak anak muda untuk melihat nilai kebaikannya.

"Samin itu berarti sami-sami atau semua sama. Tujuan hidup kita sama, yakni mencari ketenteraman. Jika ada nilai yang dianggap kurang baik, silakan dikritisi. Namun jika baik, mari dijalankan bersama," pungkasnya.

Penghargaan AKI 2025 ini menjadi bukti bahwa di era digital, nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dari pelosok Bojonegoro tetap memiliki tempat terhormat di panggung nasional.

Editor :