klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Motif Pemukulan di SPBU Sembayat Gresik, Pelaku Merasa Dipelototi Korban

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Petugas SPBU dan Polisi melihat rekaman CCTV peristiwa pemukulan di SPBU Sembayat (Dok/Polres Gresik)
Petugas SPBU dan Polisi melihat rekaman CCTV peristiwa pemukulan di SPBU Sembayat (Dok/Polres Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pria berinisial RRR (30), hanya bisa tertunduk lesu saat digelandang ke Mapolsek Manyar. Pria asal Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik itu nekat menganiaya seorang pemotor lantaran tidak terima dipandang saat mengantre pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Sembayat.

Korban diketahui bernama Imam Lutfi (37), warga Karangrejo, Kecamatan Manyar. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami sejumlah luka memar di bagian kepala dan tubuh setelah dipukul serta ditendang oleh pelaku.

Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda Saiful Rohim, menjelaskan bahwa peristiwa itu dipicu oleh kesalahpahaman antara korban dan tersangka. Keduanya sama-sama sedang mengantre BBM sebelum akhirnya terjadi cekcok.

“Pemicu awalnya hanya karena saling pandang antara korban dan pelaku saat antre di SPBU,” ujar Ipda Saiful Rohim, Selasa (6/1/2026).

Namun setelah pengisian BBM selesai, tersangka justru menghampiri sepeda motor korban. Tanpa banyak bicara, RRR langsung melakukan pemukulan hingga korban terjatuh dan babak belur.

Aksi penganiayaan tersebut sempat terekam kamera CCTV SPBU dan videonya viral di media sosial. Berdasarkan rekaman dan laporan korban, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan.

“Pelaku berhasil kami amankan di rumahnya pada Senin (5/1/2026) tanpa perlawanan,” ungkap Saiful.

Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa RRR merupakan residivis. Ia pernah terlibat kasus penggelapan pada 2019 serta perampasan sepeda motor pada 2020.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 446 KUHP tentang penganiayaan. Statusnya sebagai residivis berpotensi memberatkan hukuman.

Di hadapan penyidik, RRR mengakui perbuatannya dan menyebut emosi sesaat sebagai pemicu. Ia mengaku tersinggung karena merasa dipelototi korban, meski keduanya tidak saling mengenal sebelumnya.

“Saya emosi karena merasa dilihat. Padahal tidak saling kenal. Saya menyesal,” ucap RRR.

Editor :