klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Jelang Idul Adha, Penjualan Kambing Kurban di Sumenep Ramai, Harga Mulai Naik

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
TERPANTAU : Lapak penjualan kambing kurban di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Sumenep, mulai ramai jelang Idul Adha 1447 H. (M. Hendra E/Klikjatim.Com)
TERPANTAU : Lapak penjualan kambing kurban di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Sumenep, mulai ramai jelang Idul Adha 1447 H. (M. Hendra E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas penjualan hewan kurban di Kabupaten Sumenep, Madura, mulai menggeliat. Sejumlah pedagang membuka lapak di berbagai titik kota untuk melayani warga yang bersiap melaksanakan ibadah kurban.

Salah satu lapak terlihat di Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. Di lokasi tersebut, puluhan kambing berjajar dan siap dipilih calon pembeli sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran.

Pemilik lapak, Buhori, mengatakan penjualan hewan kurban sudah menjadi usaha rutin yang dijalankannya setiap tahun. Untuk memenuhi kebutuhan pasar menjelang Idul Adha, ia menambah jumlah stok kambing.

“Hampir setiap tahun kami menyiapkan sampai 100 ekor kambing. Permintaan biasanya terus meningkat mendekati Idul Adha,” ujarnya, Minggu (17/5).

Menurut Buhori, kambing yang dijual berasal dari peternak lokal maupun pasokan luar daerah guna menjaga ketersediaan stok. Harga kambing ditentukan berdasarkan bobot dan kondisi fisik hewan.

Saat ini, harga kambing kurban berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3,8 juta per ekor. Dalam beberapa hari terakhir, harga mulai mengalami kenaikan sekitar Rp200 ribu per ekor dibanding hari biasa.

“Biasanya harga akan terus naik sampai H-1 Idul Adha karena permintaan masyarakat juga meningkat,” katanya.

Ketua Paguyuban Pedagang Kambing Sumenep, Samaudin, juga mengakui adanya kenaikan harga dalam beberapa hari terakhir seiring meningkatnya permintaan pasar.

“Saya kemarin ke Pasar Rubaru, harga kambing untuk kurban mulai naik. Hari ini di Pasar Dasuk juga sama. Harganya mulai naik karena permintaan juga ramai,” ujarnya.

Ia menyebut harga kambing kurban ukuran standar saat ini minimal Rp3 juta per ekor, sedangkan kambing berukuran besar dapat mencapai lebih dari Rp5 juta.

“Harga kambing kurban ini akan semakin naik ketika makin mendekati Idul Adha. Untuk permintaan, tahun ini alhamdulillah lumayan ramai,” ucapnya.

Samaudin menambahkan, harga kambing nonkurban masih relatif stabil. Kategori nonkurban merujuk pada hewan yang belum memenuhi syarat kurban, baik dari sisi umur, bobot, maupun ketentuan lainnya. Selain itu, kambing betina juga kurang diminati masyarakat Madura untuk kurban.

“Kalau di Madura, orang-orang yang mau kurban biasanya mencari kambing jantan,” terangnya.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep mulai memperketat pengawasan terhadap peredaran hewan kurban. Setiap pedagang diwajibkan mengantongi rekomendasi tempat sebelum membuka lapak, baik untuk penjualan kambing maupun sapi.

DKPP juga akan melakukan sosialisasi ke pasar-pasar sekaligus pemeriksaan kesehatan hewan guna memastikan ternak yang dijual dalam kondisi sehat.

“Karena nanti akan banyak lapak, kami segera melakukan sosialisasi termasuk ke pasar-pasar sambil melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, kondisi hewan ternak di Sumenep masih dinyatakan aman dan bebas dari penyakit.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada hewan ternak berpenyakit yang kami temukan. Masih aman,” tambahnya.

Editor :