klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Akses Jalan Panggung Terputus, BPBD Sampang Tetapkan Status Siaga Darurat 2 Akibat Banjir

avatar fadil
  • URL berhasil dicopy
BANJIR: Banjir yang menimpa beberapa wilayah di Sampang ditetapkan siaga dua oleh BPBD Sampang. (Ist)
BANJIR: Banjir yang menimpa beberapa wilayah di Sampang ditetapkan siaga dua oleh BPBD Sampang. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang resmi menetapkan status Siaga Dua menyusul bencana banjir yang mulai merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang.

Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sejak Minggu (4/1/2026) malam.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa luapan air merupakan dampak dari hujan deras di wilayah Kecamatan Robatal dan Kecamatan Karang Penang yang terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kami telah memantau perkembangan di lapangan dan saat ini menetapkan status Siaga Dua. Beberapa wilayah sudah terdampak dengan ketinggian air rata-rata mencapai 30 sentimeter," ujar Hozin dalam keterangannya, Senin (5/1/2026).

Berdasarkan data BPBD, sejumlah desa di pinggiran kota mulai tergenang, di antaranya Desa Pangilen, Desa Banyumas, Desa Kamuning, Desa Tanggumong, Desa Panggung, dan Desa Pasean. 

Sementara itu, di wilayah perkotaan Sampang, genangan air mulai memasuki ruas-ruas jalan protokol, seperti Jalan Raya Imam Bonjol, Jalan Suhadak, Jalan Pemuda Satria, Jalan Pemuda Bahari, dan Jalan Pemuda Baru.

Kondisi paling cukup parah terpantau di Jalan Raya Panggung, di mana ketinggian air menyebabkan akses transportasi lumpuh total. Kendaraan roda dua maupun roda empat dilaporkan tidak dapat melintasi jalur tersebut untuk sementara waktu.

Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Sampang telah bergerak ke lokasi-lokasi pengungsian dan titik terdampak untuk mendistribusikan bantuan darurat.

"Kami sudah memberikan bantuan logistik pada wilayah terdampak guna meringankan beban warga," imbuh Hozin.

Meski beberapa titik di kota tergenang, BPBD melaporkan bahwa pantauan pada alat Early Warning System (EWS) di wilayah hulu saat ini masih berada pada level normal dengan ketinggian air 1,62 meter. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat potensi hujan susulan yang dapat menyebabkan debit air sungai kembali meningkat secara drastis.

Petugas BPBD terus bersiaga 24 jam untuk memantau perkembangan debit air dan siap melakukan evakuasi jika ketinggian air terus merangkak naik.

Editor :