klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemkab Bojonegoro Tata Ulang Pusat Kota, Alun-alun hingga Taman Rajekwesi Siap Direnovasi

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
Foto: Lokasi Alun-alun Bojonegoro. (Ist)
Foto: Lokasi Alun-alun Bojonegoro. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mematangkan rencana penataan ulang sejumlah kawasan strategis di pusat kota. Tiga lokasi utama yang menjadi fokus penataan yakni Alun-alun Bojonegoro, Pasar Kota, dan Taman Rajekwesi. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi wajah baru Kota Bojonegoro yang lebih modern, tertib, dan ramah bagi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Penataan kawasan dinilai mendesak seiring terbatasnya ruang publik di tengah meningkatnya aktivitas warga.

Setyo Wahono menilai kondisi Alun-alun Bojonegoro saat ini sudah tidak lagi ideal. Kepadatan aktivitas serta penataan ruang yang belum optimal dinilai mengurangi fungsi sosial dan rekreasi, khususnya bagi keluarga.

“Alun-alun saat ini sangat padat dan kurang tertata. Ruang untuk aktivitas sosial dan rekreasi keluarga masih terbatas. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang terbuka hijau yang multifungsi, ramah keluarga, sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga,” tegas Setyo.

Ia menambahkan, penataan kawasan kota tidak semata-mata berorientasi pada keindahan visual. Perencanaan harus mampu mengakomodasi potensi ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan kenyamanan publik. Oleh sebab itu, penyusunan skala prioritas menjadi hal penting mengingat keterbatasan lahan yang ada.

“Kita harus realistis. Lahan terbatas sementara kebutuhan masyarakat terus bertambah. Penataan akan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada ruang yang dapat menampung aktivitas sosial, sekaligus menyediakan area yang tertib bagi pelaku UMKM dan PKL,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bojonegoro Edi Susanto menyebut rapat koordinasi tersebut sebagai langkah awal dalam membentuk wajah Kota Bojonegoro yang lebih inklusif. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk aktif memberikan masukan terhadap konsep yang tengah disusun oleh tim konsultan.

“Tujuan besar kita adalah menghadirkan Kota Bojonegoro yang modern dan inklusif, namun tetap mempertahankan identitas lokal. Karena itu, kami berharap seluruh OPD dapat memberikan catatan dan masukan agar perencanaan ini benar-benar matang sebelum direalisasikan,” pungkas Edi.

Editor :