klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ribuan Pelayat Antar Pemakaman Pemimpin Ponpes Gontor Ponorogo

avatar Fauzy Ahmad
  • URL berhasil dicopy
Ribuan pelayat memadati Masjid Jami’ Gontor untuk menunaikan salat jenazah pemimpin Pondok Pesantren Gontor, KH Amal Fathullah Zarkasyi.
Ribuan pelayat memadati Masjid Jami’ Gontor untuk menunaikan salat jenazah pemimpin Pondok Pesantren Gontor, KH Amal Fathullah Zarkasyi.

KLIKJATIM.Com | Ponorogo  -Suasana haru menyelimuti Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Minggu pagi. Ribuan pelayat memadati Masjid Jami’ Gontor untuk menunaikan salat jenazah pemimpin Pondok Pesantren Gontor, KH Amal Fathullah Zarkasyi.

Sejak pagi hari, rumah duka di kompleks PMDG, Kecamatan Mlarak, dipenuhi pelayat yang datang dari berbagai daerah. Alumni lintas angkatan, para santri, hingga tokoh nasional tampak silih berganti menyampaikan doa dan belasungkawa kepada keluarga almarhum sebelum jenazah diberangkatkan ke masjid.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, turut hadir dan menyebut KH Amal Fathullah Zarkasyi sebagai figur sentral dalam perjalanan pesantren di Indonesia. Menurutnya, almarhum bukan hanya pemimpin pondok, tetapi juga pemikir besar yang memperjuangkan masa depan pesantren secara nasional.

“Salah satu warisan pemikiran beliau adalah lahirnya Undang-Undang Pesantren. Saya menyaksikan langsung bagaimana perjuangan itu dilakukan demi kemaslahatan seluruh pesantren di Indonesia, bukan hanya Gontor,” ujar Hidayat.

Selain dikenal sebagai tokoh pemikir, KH Amal Fathullah Zarkasyi juga dikenal dekat dengan santri dan alumni. Di tengah tanggung jawab besar sebagai pimpinan pondok, almarhum tetap menunjukkan sikap rendah hati dan mudah berbaur.

“Beliau selalu memberi nasihat dan masukan kepada para alumni. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh Gontor, tetapi juga oleh bangsa Indonesia,” tambah Hidayat.

Senada dengan itu, Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Hamid Fahmi Zarkasyi, menegaskan peran strategis almarhum dalam memperjuangkan pengakuan pesantren melalui regulasi nasional.

“Berkat perjuangan beliau, pesantren kini memiliki payung hukum yang kuat. Lulusan pondok bisa melanjutkan ke perguruan tinggi tanpa harus mengikuti ujian negara. Ini adalah jasa besar yang harus terus kita jaga dan lanjutkan,” katanya.

Usai disalatkan, jenazah KH Amal Fathullah Zarkasyi dimakamkan di kompleks makam keluarga Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, diiringi doa ribuan pelayat yang mengantar kepergian sang tokoh pesantren.

Editor :