klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Belajar di Rumah, Siswa SMANUSA Lestarikan Cagar Budaya Gresik Lewat Karya

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Salah satu karya siswa bertema Rumah Gajah Mungkur. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)
Salah satu karya siswa bertema Rumah Gajah Mungkur. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Sebagai salah satu syarat kelulusan, siswa kelas 12 Jurusan IPA SMA Nahdlatul Ulama 1 (Smanusa) Gresik diwajibkan membuat karya seni rupa tiga dimensi. Tahun ini siswa diajak membuat karya bertema Cagar Budaya Gresik yang dikerjakan di rumah dalam masa pandemi Covid-19.

Tema ini sengaja dipilih sebagai upaya untuk memperkenalkan lebih dalam kepada para siswa tentang ikon-ikon bersejarah di Kabupaten Gresik. Tak heran jika karya-karya miniatur yang diciptakan para siswa berbentuk bangunan cagar budaya yang cukup populer di kota Pudak, sebutan akrab Kota Gresik.

[irp]

"Bentuknya ada miniatur Gardu Suling, Gedung Nasional Indonesia (GNI), Kantor Pos, Gedung Wisma Ahmad Yani, Rumah Gajah Mungkur, Makam Siti Fatimah Binti Maimun, Klenteng Kim Him Kiong, hingga rumah-rumah bersejarah di kampung Kemasan Gresik," kata Kris Aji, guru seni rupa Smanusa, Sabtu (2/5/2020).

Lebih lanjut Kris Aji menjelaskan, alasan memberikan penugasan bagi siswa Jurusan IPA untuk membuat karya tiga dimensi supaya karya yang diciptakan mempunyai korelasi dengan disiplin keilmuan yang dipelajari para siswa. 

"Kalau anak IPA itu identik dengan ilmu-ilmu yang bersifat eksak. Sehingga dalam tugas ini mereka akan bertemu dengan hal-hal teknis mulai dari proyeksi ortogonal, proyeksi sentral, prespektif dan sebagainya. Karena itu karya-karya seninya memilik unsur teknik sipil dan arsitektur," jelas Kris.

[irp]

Sementara untuk tugas seni rupa bagi siswa Jurusan IPS dan Jurusan Bahasa cenderung diberikan tugas karya seni rupa dua dimensi seperti seni lukis dan grafis. "Kalau siswa Jurusan IPS dan Bahasa kami berikan tugas dua dimensi supaya bisa lebih ekspresif," tuturnya.

Adapun karya-karya yang telah terkumpul di sekolah akan dipamerkan secara virtual melalui Instagram dan Facebook Smanusa pada 4 Mei 2020 dengan tema Save Cagar Budaya Gresik 2020 agar karya-karya tersebut tetap dapat dinikmati masyarakat umum.

Sebagai panduan untuk menikmati karya, para siswa telah menyertakan Quick Response Code (QR Code) yang bila diakses akan muncul caption atau informasi mengenai karya tersebut.

"Awalnya saya hanya tahu bentuk rumahnya saja. Namun setelah saya mengerjakan tugas ini saya jadi tahu sejarah Rumah Gajah Mungkur," ungkap Kemas Nizarul Fikri, salah seorang siswa kelas 12 IPA.

Sementara itu, Kepala Sekolah Smanusa Agus Syamsudin mengaku bangga dan sangat mengapresiasi berbagai macam karya yang telah dihasilkan oleh para siswanya selama  proses belajar daring (dalam jaringan) di rumah akibat pandemi Covid-19.

"Karya-karya ini telah membuktikan bahwa Smanusa telah berhasil menerapkan pembelajaran daring atau online. Selain itu karya-karya yang ada juga menjadi cerminan bahwa para siswa juga mampu menyelaraskan kinerja antara otak kanan dan otak kirinya dengan baik," ujarnya.

Agus menambahkan, sebagai bentuk apresiasinya kepada karya para siswanya, sekolah berencana membuat museum bagi miniatur cagar budaya Gresik sebagai pelengkap media literasi di Perpustakaan SMANUSA. (bro)

Editor :