klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dahlan Dahi Sebut Koran Bukan Informasi Depan

avatar Fatih
  • URL berhasil dicopy
Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers sekaligus CEO Tribun Network, Dahlan Dahi.
Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers sekaligus CEO Tribun Network, Dahlan Dahi.

KLIKJATIM.Com | Makassar— Industri media massa di Indonesia saat ini menghadapi tantangan serius di era digital. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers sekaligus CEO Tribun Network, Dahlan Dahi.

Dahlan mengungkapkan hal tersebut pada paparan Media Gathering Pertamina Subholding Upstream (SHU) di Makassar, Senin (23/6). 

Anggota Dewan Pers periode 2025-2028 inj menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan media sebagai pilar informasi dan kontrol sosial dalam masyarakat.

"Jika media menghadapi masalah, maka salah satu pilar demokrasi juga menghadapi masalah," ujar Dahlan Dahi.

Dahlan memaparkan dua tantangan utama yang menjadi fokus Dewan Pers saat ini: Pertama, disrupsi di industri media yang menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan pers.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada para pekerja media, tetapi juga mengancam fungsi media dalam menjaga demokrasi.

"Nah, bagaimana mencegah hal ini dan sekaligus memastikan media memiliki keberlanjutan jangka panjang supaya tetap menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat demokrasi," jelasnya.

Kedua, kemajuan teknologi informasi, termasuk internet dan kecerdasan buatan (AI), yang mengubah cara informasi diproses dan disebarluaskan. Perubahan ini memengaruhi pembentukan opini publik dan menuntut Dewan Pers mampu beradaptasi dengan ekosistem digital yang terus berkembang.

"AI bisa memproses dan mendistribusikan informasi. Dewan Pers harus memposisikan diri dalam ekosistem baru ini agar tetap menjalankan fungsi dalam pembentukan opini publik dan menjadi pilar keempat demokrasi," tambah Dahlan. (ris)

Editor :