klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Isu BBM Naik Bikin Panik, Antrean Panjang Mengular di Sejumlah SPBU Bojonegoro

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
ANTRE PANJANG: Suasana antrean kendaraan di SPBU Kedungbondo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, akibat isu kenaikan harga BBM. (Afifullah/Klikjatim.com)
ANTRE PANJANG: Suasana antrean kendaraan di SPBU Kedungbondo, Kecamatan Balen, Bojonegoro, akibat isu kenaikan harga BBM. (Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Gelombang isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang belum jelas kebenarannya memicu kepanikan di tengah masyarakat Kabupaten Bojonegoro. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Selasa (31/3/2026).

Kondisi antrean yang tidak biasa ini terlihat di beberapa titik strategis, salah satunya di SPBU Kedungbondo, Kecamatan Balen. Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengantre panjang hingga memakan waktu lebih lama dari hari biasanya.

Munir, seorang warga Kecamatan Sumberejo yang turut terjebak dalam antrean, mengaku sengaja datang lebih awal untuk mengisi penuh tangki kendaraannya setelah mendengar kabar burung mengenai rencana kenaikan harga per 1 April.

“Saya dengar kabarnya (harga) mau naik, jadi mending isi sekarang sebelum benar-benar naik. Tadi antreannya panjang sekali, harus menunggu cukup lama sampai giliran saya,” ungkap Munir kepada Klikjatim.com.

Fenomena serupa juga terpantau di sejumlah SPBU lain di wilayah Bojonegoro. Warga berbondong-bondong datang karena khawatir harga akan segera melonjak dalam waktu dekat, sehingga mereka memilih untuk menyetok bahan bakar lebih awal.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa informasi yang beredar luas di masyarakat tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan atau bersifat hoaks.

“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai penyesuaian harga BBM per 1 April 2026,” tegas Ahad dalam keterangan resminya.

Ia mengimbau masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang sumbernya tidak jelas, terutama yang tersebar masif melalui media sosial maupun pesan berantai WhatsApp.

“Informasi resmi terkait harga BBM hanya dapat diperoleh melalui kanal resmi milik Pertamina atau website resmi kami. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengakses sumber yang valid,” tambahnya.

Selain memberikan klarifikasi, Pertamina juga kembali menyuarakan dukungannya terhadap imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak dan efisien.

Dengan adanya penjelasan resmi ini, diharapkan aksi panic buying di SPBU wilayah Bojonegoro dapat mereda. Masyarakat diminta untuk selalu mengedepankan informasi dari sumber otoritas resmi guna menjaga kondusivitas di lapangan.

Editor :