KLIKJATIM.Com | Jombang – Praktik balap liar yang meresahkan warga di Ringroad Mojoagung, Kabupaten Jombang, akhirnya dibubarkan oleh polisi pada Kamis (6/2/2025) dini hari. Dalam operasi tersebut, 13 remaja dan 7 sepeda motor diamankan oleh pihak kepolisian, sementara para pelaku lainnya kocar-kacir melarikan diri.
Para remaja yang tertangkap diberikan sanksi berupa berjalan kaki sambil mendorong motor dalam kondisi mesin mati menuju Mapolsek Mojoagung. Penindakan ini dilakukan oleh personel gabungan dari Satlantas dan Satsamapta Polsek Mojoagung.
“Sebanyak 7 sepeda motor dan 13 anak muda kami amankan di Mapolsek Mojoagung untuk diberikan pembinaan,” ujar Kapolsek Mojoagung Kompol Yogas.
Pembinaan dan Sanksi Tilang
Polisi memberikan pembinaan kepada para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu, kendaraan mereka juga ditilang dan hanya bisa diambil jika telah dilengkapi sesuai standar yang berlaku.
“Saat mengambil motor, para pelaku wajib membawa surat kendaraan yang lengkap serta didampingi oleh orang tua atau guru,” tambahnya.
Respons Terhadap Keluhan Masyarakat
Kompol Yogas menegaskan bahwa operasi ini dilakukan sebagai tanggapan atas banyaknya laporan masyarakat yang resah dengan aksi balap liar yang mengganggu ketertiban dan membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Aksi balap liar ini sangat meresahkan, mengganggu kenyamanan warga, serta meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Kami mengimbau masyarakat agar lebih proaktif melaporkan kejadian serupa,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kepolisian akan terus menindak tegas para pelaku balap liar demi menjaga keselamatan bersama.
“Tindakan ini sangat berbahaya, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Kami berkomitmen untuk terus melakukan razia agar jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat,” imbuhnya.
Kompol Yogas berharap, dengan adanya operasi ini, para pelaku akan jera dan lebih patuh terhadap aturan lalu lintas.
“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan, khususnya remaja, agar tidak terlibat dalam aksi balap liar karena sangat berisiko dan bisa berakibat fatal,” pungkasnya. (qom)
Editor : Diana