klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Siap-Siap ! PKL, Ojol, Sopir dan Tukang Becak di Kota Kediri Digerojok Bantuan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinsos Kota Kediri, Yoyok Triantoro. (Prijo/klikjatim.com)
Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinsos Kota Kediri, Yoyok Triantoro. (Prijo/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Kediri--Pemkot Kediri bakal menggerojok bantuan bagi warganya di tengah pandemi coronavirus disease (covid-19) atau virus corona. Bantuan tersebut akan dirupakan sembako senilai Rp 200 ribu.

Ada 20.000 sembako yang disiapkan untuk karyawan swasta, pedagang kali lima (PKL), sopir, ojek online (ojol) dan tukang becak. Rencananya sembako tersebut akan diberikan untuk tiga bulan ke depan.

[irp]

Kasi Perlindungan sosial, Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial Dinas Sosial (dinsos) Pemkot Kediri, Yoyok Triantoro mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan kepada warga asli kediri dengan menunjukkan KTP dan KK. Dengan catatan, warga penerima belum menerima bantuan dari pemerintah.

"Misalnya, bantuan PKH, BPNT, BPNT-D, dengan tujuan penerimanya tidak double dan benar-benar tepat sasaran," katanya di Kediri, Rabu (8/4/2020).

Dijelaskan, warga Kota Kediri yang memenuhi kriteria bisa menyerahkan persyaratan di kantor kelurahan paling lambat hari ini (8/4/2020). Selanjutnya, kelurahan akan mengirimkan data kepada petugas entri data di Dinsos Kota Kediri.

"Warga Kota Kediri yang terdampak cukup membawa foto copy KTP dan KK untuk diserahkan ke pihak Kelurahan. Setelah itu, data dari Kelurahan segera dikirim ke Dinsos," kata Yoyok.

[irp]

Menurut Yoyok, data yang telah disetor oleh keluarahan nantinya akan diverifikasi petugas dengan cara by name by adress (BNBA) dan satu KK satu penerima. Langkah itu dilakukan agar tidak ada yang double bantuan dan tepat sasaran.

"Sedangkan, teknis pendistribusian nanti bisa didrop di kelurahan masing-masing, apalagi ada larangan tidak boleh mengumpulkan orang banyak. Ada opsi lain dengan menggunakan tenaga pengiriman lewat ojek online, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi mereka," ungkapnya. (pri/mkr)

Editor :