KLIKJATIM.Com | Gresik – Pembahasan RAPBD 2024 Kabupaten Gresik sudah memasuki tahapan penyampaian nota rancangan APBD 2024. Pembacaan nota tersebut disampaikan Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah dalam rapat paripurna, Senin (09/10/2023).
Dalam pembahasan tersebut terungkap baik belanja maupun pendapatan diproyeksikan lebih kecil dari APBD 2023.
Diketahui, proyeksi pendapatan APBD 2024 ditarget Rp3,6 triliun, turun dari APBD 2023 sebesar Rp3,8 triliun.
"Dengan rincian, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,4 triliun. Yang terdiri dari Pajal sebesar Rp975 miliar, retribusi sebesar Rp197 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 12 miliar dan lain-lain pendapatan sah sebesar Rp 262 miliar," beber Wabup Bu Min sapaan akrab Aminatun Habibah.
Baca juga: Lumayan, Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Gresik Sudah Terkumpul Rp812 Miliar Per 30 September 2023
Kemudian, pendapatan transfer ditarget sebesar Rp2,2 triliun. Dengan rincian, transfer pusat Rp1,871 triliun dan transfer antar daerah Rp317 miliar.
"Untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah ditarget nihil," jelentreh Wabup.
Dijelaskan, sektor pendapatan pada APBD 2024 diarahkan untuk meningkatkan pendapatan sektor pajak, retribusi dan dana perimbangan. Yakni dengan melakukan penyesuaian tarif pajak dan retribusi sesuai peraturan yang ada.
"Kami juga akan meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pemungutan pajak dan retribusi, memberikan kemudahan pembayaran pajak dan retribusi melalui media elektronik serta optimalisasi pemanfaatan barang milik daerah," tandasnya.
Sementara itu, sektor belanja pada APBD 2024 pemerintah juga memproyeksi turun drastis sebesar Rp3,6 triliun, dari APBD 2023 sebesar Rp3,9 triliun. Angka Rp3,6 triliun tersebut terdiri dari belanja operasi sebesar Rp2,4 triliun.
Kemudian, belanja modal sebesar Rp337 miliar. Belanja tidak terduga sebesar Rp10 miliar dan belanja transfer sebesar Rp783 miliar. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar