Hal tersebut disampaikan oleh Munasri pemilik rumah dan warung yang ditabrak. Saat itu bus yang usai menurunkan peziarah di Kecamatan Singgahan itu, melaju dari arah utara ke selatan (kembali ke garasi PO). Namun, saat sampai di TKP, bus yang diduga disetir oleh sopir cadangan itu ngantuk hingga oleng dan menabrak rumah beserta warung.
“Saya ketika itu masih masak, kemudian mendengar gemuruh di depan rumah. Ternyata, rumah dan warung saya tertabrak bus,” kata Munasir.
Lebih lanjut, Munasri menambahkan bahwa, kondisi bus saat menabrak itu, tak membawa penumpang dan hanya dinaiki sopir utama dan sopir cadangan. Dan saat itu yang mengemudikan yaitu sopir cadangan, sedangkan sopir utamanya tidur disebelahnya. “Digantikan sopir cadangan, sopir utama tidur disampingnya,” terangnya.
Akibat insiden tersebut, penerangan jalan umum (PJU), teras hingga warung mengalami kerusakan yang cukup parah. Namun, menurut Munasri belum ada kesepakatan atas kerusakan rumah dan terasnya tersebut. Ia mengaku, jika mendapat ganti rugi, langsung dibangungkan seperti semula.
“Belum ada kesepakatan tadi dengan PO Bus, tapi saya minta kalau dibangun lagi seperti semula,” imbuhnya.
Sementara itu, Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Imam Wahyudi membenarkan adanya peristiwa tersebut, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Sedangkan untuk bus, saat ini sudah dievakuasi ke Kantor Satlantas Polres Bojonegoro untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Bus dalam keadaan kosong tak mengangkut penumpang, usai mengantar peziarah di daerah rembang. Tidak ada korban, nihil,” pungkasnya. (yud)
Editor :
M Nur Afifullah