KLIKJATIM.Com | Gresik — Kejahatan bermodus penipuan lowongan kerja kembali terjadi di Kabupaten Gresik. Bahkan kali ini korbannya wanita, sempat akan dilecehkan oleh pelaku.
Kejadian tersebut bermula saat Evi Nugroho Ningsih (41) berniat mencari kerja di Gresik, perempuan asal Desa Nangsri Kecamatan Kebangkramat Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah tersebut berangkat ke Gresik setelah mendapatkan info lowongan kerja di akun Facebook Gegana pada 23 Januari.
Tak disangka, di Gresik dia menjadi korban penipuan dan kekerasan.
Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno menjabarkan, dalam postingan tersebut tertulis kalimat tawaran pekerjaan dengan menghubungi sebuah nomor telpon seluler.
Selanjutnya Evi (Korban) menghubungi nomor tersebut dan menanyakan lowongan kerja.
"Pemilik nomor tersebut menjelaskan, bahwa Evi akan bekerja sebagai penjaga rumah 2 lantai, merawat Omah (nenek atau perempuan tua) memasak makanan rumahan, libur 1 bulan selama 4 (empat) hari, mendapat gaji 1 bulan sebanyak Rp4 juta, lokasi kerja yang disebutkan di jalan Kyai Sahlan nomor 30 Manyar Gresik," beber Windu.
Baca juga: Harapan Netizen Kepada Kapolres Baru di Gresik, Ungkap Kasus Curanmor
Evi pun tertarik untuk bekerja sesuai yang disampaikan, sehingga pada hari Selasa, tanggal 24 Januari 2023 sekitar pukul 11.00 WIB, korban berangkat dari rumahnya menuju ke tempat kerja yang ditawarkan tersebut.
Setiba dilokasi yaitu simpang 4 jalan raya, tepatnya di tugu Manyar Gresik, Korban menghubungi nomor tersebut, memberitahukan bahwa dirinya sudah sampai di Manyar Gresik.
"Kemudian datang seorang laki-laki, yakni pelaku atau tersangka Wijiono mengendarai sepeda motor, dia mengaku sebagai pekerja (Tukang Kebun ) pemilik rumah dimana korban akan bekerja," jelas Kapolsek.
Tersangka lalu mengajak korban pergi, dan mengatakan akan mengantarkan ke rumah majikannya.
Tetapi pelaku tak mengantarkan Evi ke Manyar Kompleks sebagaimana yang dijanjikan, tapi malah mengajak Evi ke rumah bercat putih dua lantai di daerah jalan poros desa Banjarsari - Suci, di sana pelaku mengajak korban naik ke lantai dua yang ternyata kos-kosan.
Pelaku menyampaikan jika majikannya, sedang keluar.
"Korban pun menunggu di depan kamar kos tersebut, tapi karena kelamaan menunggu korban turun lalu duduk di depan tempat parkir motor," ujar Kapolsek.
Disitu korban mulai curiga, pelaku sudah dua kali mengatakan calon majikan korban akan segera pulang. Namun hingga selesai azan maghrib korban tak kunjung dipertemukan dengan calon majikan.
Karena tak sabar, korban akhirnya mengatakan akan pamit pulang lantaran tak jelas janji pekerjaan yang disampaikan pelaku.
Saat korban berdiri dan melangkah menuju jalan raya, tiba-tiba dari belakang pelaku membekap mulut korban menggunakan tangan sebelah kiri, kemudian menarik korban ke samping rumah tingkat tersebut, tapi korban melawan dan menggigit tangan pelaku sambil berteriak minta tolong.
Seperti memang sudah berniat jahat, pelaku mengeluarkan pisau dari saku lalu menodongkan ke leher korban sambil mengancam akan menggorok.
Pelaku kemudian menyeret korban menuju ke belakang rumah tingkat tersebut, korban Evi menggigit tangan pelaku untuk melepaskan dekapan, tapi pipi kiri korban dipukul pelaku satu kali.
"Korban lalu didorong jatuh, kemudian badan korban Evi ini ditindih oleh pelaku sambil dibekap dan ditodong pisau, pelaku suruh korban diam tak teriak minta tolong," imbuh Kapolsek.
Nah dalam posisi tersebut Wijiono alias pelaku ini berusaha mencium Evi, namun sekuat tenaga Evi menghindar dan melawan dengan menggigit tangan kiri pelaku.
Saat dapat kesempatan, korban mendorong badan pelaku hingga berhasil bebas dari bekapan pria mesum tersebut.
Evi pun bergegas lari, tapi pelaku menarik tas ransel yang dia bawa, setelah tas milik korban dikuasai, pelaku kabur meninggalkan lokasi kejadian tersebut.
"Korban berteriak minta tolong, sedangkan tersangka atau pelaku lari ke arah Desa Leran," ungkap Kapolsek.
Baca juga: Praktek Dukun Palsu Pengganda Uang di Gresik Terbongkar, Yakinkan Korban dengan Ritual Mistis
Mendengar teriakan korban warga bersama polisi mengejar pelaku, dan pelaku berhasil dibekuk di depan toko retail modern yang terletak di Desa Peganden.
"Barang milik korban juga diamankan dari tangan pelaku," tandas Kapolsek.
Akibat kejadian tersebut Evi mengalami trauma, dan mengalami kerugian materil sekitar Rp4.000.000. Selanjutnya tersangka Wijiono yang asal Kabupaten Jember ini, dan barang bukti diserahkan warga kepada pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.
Peristiwa ini merupakan kejahatan penipuan di Gresik kesekian kalinya, yang menggunakan modus lowongan kerja. (yud)
Editor : Abdul Aziz Qomar