klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Harga Kedelai Makin Tinggi, Tempe di Gresik Makin Mahal

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Pengusaha tempe di Gresik sambat harga kedelai naik.
Pengusaha tempe di Gresik sambat harga kedelai naik.

KLIKJATIM.Com | Gresik — Perajin tempe di Gresik terus memutar otak demi berjalannya usaha ditengah lonjakan harga kedelai yang terus meningkat.

Tidak ada cara lain selain menaikkan harga jual tempe seperti yang dilakukan oleh Ahmad Nur Syahid (53) warga Desa Klangonan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

"Otomatis strategi yang saya lakukan dengan menaikkan harga jual tempe kepada pembeli," kata dia, Rabu (21/12/2022).

Baca Juga: Siaran TV Analog di 10 Kab/Kota di Jatim Dihentikan Mulai Hari Ini

Meski begitu, Syahid sebelumnya juga pernah mengambil strategi dengan mengurangi ukuran tempe yang dijual. Namun tidak bertahan lama sebab dia tidak ingin mengalami kerugian.

"Harga kedelai sekarang untuk yang subsidi itu Rp12.900, sedangkan non subsidi itu Rp15.000. Memang pernah kapan itu turun, tapi sedikit, dan itu sangat jarang sekali," imbuh dia.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai selalu terjadi pada tiap tahunnya. Bahkan, tren tersebut hampir tidak pernah mengalami penurunan mulai dari Rp6000, kemudian Rp. 8000, hingga Rp11.000, dan sekarang mencapai Rp12.000.

Akibat dari kenaikan harga kedelai, dirinya harus mengurangi jatah pembelian hampir separuh dari biasanya. Sebelumnya bisa membeli 80 kilogram kedelai, sekarang hanya menjatah 40 kilogram saja per hari.

"Jadi, saya selalu bilang dulu ke pembeli atau pemesan kalau harga kedelai naik dan pastinya harga tempe juga ikut naik," tutupnya.

Baca juga: 1.550 Orang Belum Ambil Bantuan Subsidi Upah di Kantor Pos Gresik

Dalam usahanya, Syahid tidak bekerja sendiri. Dia dibantu dengan istrinya Dewi Aminah (37) beserta 3 karyawan lainnya. Usaha yang dilakoninya tersebut merupakan turun temurun dari kakeknya sejak tahun 1945.

Selain kedelai, beberapa harga bahan kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru), di antaranya yakni bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, tomat. (yud)

Editor :