KLIKJATIM.Com | Gresik Pemerintah Kabupaten Gresik berusaha meningkatkan perekonomian melalui perbaikan SDM. Program yang dibutuhkan melalui sektor pendidikan vokasi dan penyediaan lapangan kerja, guna memangkas pengangguran setelah pandemi Covid-19 melandai.
Berdasarkan data BPS Gresik, pengangguran terbuka pada tahun 2020 mencapai 56.187 orang. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) 8,2 persen. Di satu sisi peningkatan wirausaha dan tenaga kerja melaju tipis.
“Ini yang unik,” kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, di sela seminar nasional Peran Apindo dalam Meningkatkan SDM, Ekonomi, dan Mengurangi Angka Kemiskinan, di Gresik, Selasa (14/6/2022).
Dia menambahkan bahwa TPT di gresik turun pada saat pandemi mencapai puncak. Di satu sisi angka kemiskinan naik tipis sejak tahun 2017 hingga 2019. Gus Yani, sapaan lekatnya, mengaku tengah membutuhkan beberapa tahapan guna mengurangi kemiskinan di Gresik.
Cara paling ideal adalah membangun pendidikan vokasi. Kebetulan di wilayah yang dia pimpin bertebaran industri dari skala kecil hingga besar. Kehadiran industri memudahkan pemkab bekerja sama untuk menyediakan pelatihan dalam bentuk magang.
“Tapi membangun sekolah vokasi butuh biaya besar. Hasil diskusi saya dengan Rektor Universitas Airlangga (Muhammad Nasih), membangun perguruan tinggi berbasis vokasi di Gresik butuh modal Rp120 miliar! Duit e sopo,” urainya disambut tertawa peserta.
Mantan Ketua DPRD Gresik itu mengakui keberadaan sekolah vokasi memiliki efek domino yang panjang. Setidaknya bisa menyediakan tenaga siap kerja sesuai standar. Sekaligus menjawab tantangan kebutuhan industri di era digital 4.0.
Dalam kesempatan itu, Gus Yani juga menyoroti Rumah Vokasi yang akan di-launching pada 24 Juni mendatang Bersama Kadin Jatim. Dia berharap rumah vokasi tidak seperti kembang api, meledak di awal, melempem di tengah hingga akhir.
“Bagaimanapun juga human capital modal penting membangun industri. Nah, langkah yang perlu disiapkan memperbaiki kualitas SDM. Bila SDM membaik, tidak hanya industri yang terdorong, tapi juga menciptakan entrepreneur,” Gus Yani menjelaskan.
Hal senada juga disampaikan Ketua Kadin Jatim, Adiq Dwi Putranto yang hadir sebagai pemateri. Dia menjelaskan perbaikan SDM melalui pendidikan vokasi bisa menaikkan produktivitas kerja. Efek dominonya adalah menaikkan daya saing industri yang secara otomatis menaikkan ekonomi. (arif)
Editor : Redaksi
Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya mencari perlindungan menjadi pintu awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 17 tahun di Kecam…
Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, kini mengantongi ruang fiskal baru untuk mengakselerasi pelaksanaan berbagai program…
Huawei Buka Gerai Resmi Pertama di Gresik, Sasar Konsumen hingga Bojonegoro
Huawei resmi membuka gerai pertamanya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Berlokasi di lantai LG Icon Mall Gresik, tepat di samping Transmart, Huawei Store tersebu…
Dukung Program PLTS 100 GWp, PLN dan Pemprov Bali Akselerasi Infrastruktur Energi Bersih
KLIKJATIM.Com | Jembrana – PT PLN (Persero) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali resmi memperkuat sinergi strategis dalam mengakselerasi pembangunan…
Kemenhub Tinjau Penerapan Green Port di Terminal Teluk Lamong Dukung NZE 2060
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc. meninjau penerapan konsep Green Port di PT Terminal Teluk Lamong (…
Kekeringan di Sumenep Kian Meluas, 62 Desa Ditetapkan Berstatus Tanggap Darurat
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan eskalasi yang signifikan.…