klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Desa Sukojati Banyuwangi Jadi Percontohan Desa Antikorupsi di Indonesia

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Desa Sukojati di Kabupaten Banyuwangi terpilih menjadi percontohan desa antikorupsi di Indonesia. Sukojati menjadi satu dari 10 desa di 10 provinsi di Indonesia yang dipilih menjadi desa antikorupsi.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menilai, dengan dipilihnya Desa Sukojati sebagai desa antikorupsi ini, akan menyemai semangat pencegahan korupsi di lingkup pemdes di seluruh Jatim.

"Saya rasa, satu desa di Banyuwangi ini akan menyemai semangat pencegahan korupsi di lingkup pemerintahan desa bagi semua desa yang ada di Jawa Timur yang saat ini berjumlah 7724 desa," ujar Khofifah, Rabu (8/6/2022).

Desa Sukojati sendiri terpilih berdasarkan indikator penilaian Percontohan Desa Antikorupsi oleh tim asesmen KPK RI. Yaitu Penguatan Tata Laksana, Penguatan Pengawasan, Penguatan kualitas pelayanan publik, Penguatan partisipasi masyarakat dan kearifan lokal.

Khofifah menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penggunaan dana desa sangat perlu dilakukan. "Karena dana desa adalah untuk masyarakat desa. Maka perlu pengawasan yang memang melibatkan peran serta  masyarakat, ini akan termotivasi dari terbentuknya percontohan desa antikorupsi," tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPK-RI Firli Bahuri menjelaskan bahwa bebas dari korupsi menjadi kata kunci dan penting. Karena tujuan bangsa tidak akan pernah bisa diwujudkan jika Indonesia masih menghadapi persoalan korupsi.

"Kami mengajak segenap kamar-kamar kekuasaan harus melibatkan diri dari upaya-upaya pemberantasan korupsi. Kamar legislatif, kamar eksekutif, dan kamar yudikatif harus bersih dari praktek-praktek korupsi, begitu kamar partai politik harus lebih dulu membangun integritas dan bebas dari korupsi," ajaknya.

Sementara itu Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan pihaknya telah melakukan upaya pencegahan korupsi. Salah satunya adalah dengan penyederhanaan diksi pada pembuatan kebijakan tahap perencanaan.

"Hasil APBDes ditampilkan dalam tampilan yang besar di tempat-tempat strategis di desa, supaya seluruh warga masyarakat bisa tahu dana desa atau APBDesa yang sumbernya banyak bukan hanya dana desa, Itu digunakan untuk apa saja? gimana? Berapa biayanya?," katanya.(mkr) 

Editor :