klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Usai Muntah dan Demam, Anak di Pamekasan Meninggal Dunia

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Bupati Pamekasan, Badrut Tamam
Bupati Pamekasan, Badrut Tamam

KLIKJATIM.Com | Pamekasan - Seorang anak berusia 11 tahun warga Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan dikabarkan meninggal dunia usai mengalami demam diserta batuk dan muntah. Namun demikian, Bupati Pamekasan, Badrut Tamam membantah jika pasien tersebut terpapar virus korona covid-19.

[irp]Informasi tersebut menyebar luas setelah masyarakat mendapat broadcast tentang ada pasien di rumah sakit umum daerah Pamekasan meninggal dunia. Pasien itu atas nama Anak Elvyna Maharani itu meninggal dunia pada Jumat (20/3/2020) pukul 12.31 Wib. Pasien anak ini itu berasal dari Kabupaten Malang tiba di Pamekasan pada Selasa (17/3/2020) dengan keluhan panas, batuk dan diobati sendiri oleh keluarganya.

Pada Kamis, ada keluhan mual, muntah, lemah dan masih tetap panas. Oleh orang tuanya dibawa ke RSUD Pamekasan pada pukul 20.38 WIB. Kemudian pasien dirawat di sal anak. Pada Jumat pukul 12.10 WIB dipindah ke ruang isolasi, lalu 20 menit kemudian sekitar jam 12.31 WIB meninggal dunia.

[irp]Pihak RSUD Pamekasan kemudian mengirimkan sampel darah untuk diperiksa di laboratorium Litbangkes di Surabaya. Hasil dari laboratorium tersebut akan diketahui sekitar 5 hari. "Memang benar ada pasien anak di RSUD Pamekasan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan, namun belum tentu terkena Virus Corona," kata Badrut Tamam kepada wartawan.

Dikatakan, pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien yang meninggal dunia itu terpapar Virus Corona atau tidak. Pihaknya juga belum bisa memastikan itu terpapar atau tidak. Tidak ada kategori itu terpapar atau dibawah pengawasan (ODP maupun PDP). "Apakah itu demam berdarah atau apa, masih kita teliti karena baru masuk juga," tambah Badrut.

[irp]Badrut menambahkan, Pemkab Pamekasan telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19. Sekretariatnya ada di pendopo kabupaten, tersedia hotline yang disebar ke masyarakat. Jika ada yang batuk, demam, kemudian butuh pelayanan dari pemerintah, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke rumah sakit. (kps/hen)

Editor :