KLIKJATIM.Com | Tulungagung- Penemuan arca kepala naga di lokasi penemuan arca Dwarapala yang ada di Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, mendapatkan pehatian banyak pihak.
Buktinya Tim Geologi Kementrian ESDM menggelar pemetaan di lokasi tersebut untuk mendeteksi potensi temuan lain di lokasi tersebut, pada Sabtu (19/03/2022) siang tadi.
Pimpinan Tim Peneliti,Hidayat mengatakan pemetaan dilakukan dengan menggunakan dua peralatan yakni gradiomegnetik dan geo radar."Kebetulan kita sedang berada di Tulungagung sampai akhir bulan ini, kita kemudian dapat informasi penemuan arca ini,lalu kita bersama Pemkab melakukan pemetaan," ujarnya pada Sabtu (19/03/2022).
Hidayat menyebut, data pasti hasil pemetaan ini akan diketahui dalam beberapa hari kedepan, namun data mentah dari kegiatan hari ini bisa digambarkan secara umum saja.
"Data hari ini masih mentah, untuk mematangkannya perlu beberapa hari lagi, nanti hasilnya seperti apa saja, akan kita sampaikan kepada Pemkab,"jelasnya.
Hidayat merinci dari data mentah yang ada, ditemukan 20 titik anomali yang menandakan temuan benda tak sama dengan lingkungan sekitarnya di tanah seluas 14 x 30 meter yang menjadi obyek pemetaanya.
Pihaknya enggan berspekulasi dengan temuan anomali tersebut, pihaknya memastikan anomali yang dimaksudkan tersebut belum tentu temuan benda kuno maupun arca, namun bisa jadi besi yang tertanam di dalam tanah maupun benda lain.
"Kita lakukan pendeteksian di kedalaman sekitar 2 meter, itu ditemukan 20 titik anomali, bukan berarti itu pasti arca, tapi disitu ada benda yang berbeda dengan tanah dan lingkungan sekitarnya," ucap Hidayat.
Hidayat menambahkan, data pastinya nanti bisa dijadikan bahan bagi arkeolog yang akan melakukan ekskavasi, sehingga ekskavasi tidak dilakukan secara sporadis.
Sementara itu Pamong Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung,Winarto mengatakan, kemungkinan temuan benda lain di lokasi tersebut masih tinggi, mengingat selama ini muncul cerita dari masyarakat yang menyebutkan, bahwa pada tahun 1990an yang lalu pernah ditemukan beberapa arca namun dikubur lagi oleh penduduk sekitar.
"Itu informasi yang kita terima dari masyarakat, dulu katanya banyak temuan benda arca yang setelah ditemukan kemudian dikubur lagi, karena masyarakat sendiri juga bingung prosedurnya," terang Winarto. (ris)
Editor : Iman
Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihentikan, Komisi I DPR Minta Pelatihan Difokuskan pada Kompetensi Manajerial
KLIKJATIM.Com | Jakarta – Penghentian program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer K…
Pencairan Beasiswa Bojonegoro 2026 Masuk Tahap Akhir, Disdik Minta Mahasiswa Bersabar
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Proses pencairan Beasiswa Bojonegoro 2026 bagi penerima lanjutan memasuki tahap akhir administrasi. Dinas Pendidikan (Disdik) K…
Kabur hingga Bali, Dua Pembobol Rumah dan Bengkel di Gresik Ditangkap Polisi
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pelarian dua pria yang diduga terlibat dalam pembobolan rumah sekaligus bengkel di Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik, akhirnya t…
Buka Kontes Bonsai Nasional, Pak Yes Targetkan Dongkrak Ekonomi Kreatif Masyarakat Lamongan
KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2026 resmi dibuka oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di Alun-Alun Lamongan pada Selasa malam…
Sebulan Usai Diluncurkan, Empat Koperasi Merah Putih di Sumenep Belum Beroperasi
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep hingga kini belum berjalan optimal. Meski telah diresmikan l…
Peserta BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Atur Sendiri Jadwal Klaim di Kantor Cabang
KLIKJATIM.Com | Gresik – BPJS Ketenagakerjaan terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan menghadirkan berbagai pilihan layanan klaim yang lebih mudah, cepat, …