klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Plafon Ambrol, Gedung DPRD Pasuruan Mengenaskan, Komisi I Berang

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Atap plafon gedung DPRD Kabupaten Pasuruan yang jebol membuat Komisi I meradang
Atap plafon gedung DPRD Kabupaten Pasuruan yang jebol membuat Komisi I meradang

KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Kendati separo periode masa jabatan DPRD Kabupaten Pasuruan, namun kondisi gedung dewan makin mengenaskan. Gedung mengalami kerusakan hingga embuat Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan berang.

Agus Suyanto Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan sangat menyesalkan kondisi yang terjadi di kantor anggota Dewan Kabupaten Pasuruan yang terhormat. 

Politisi PKB ini menyebut setiap tahunannya anggaran perawatan gedung dewan itu ada. Namun sayang ia enggan beberkan berapa anggaran perawatan tersebut.

"Gedung untuk para wakil rakyat saja masih banyak kerusakan, bagaimana bisa membenahi hidup masyarakat banyak, kalau masalah kecil saja tak bisa terselesaikan. Memang sepeleh , tapi tetap merusak pemandangan mata setiap pengunjung yang datang," ujar Agus diruang komisi I, Senin (14/3/2022).

Ia meminta agar gedung DPRD ini segera di perbaiki. Dan menjadi hal prioritas sebab kantor tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan kepada masyarakat.

Senada juga dikatakan Kasiman anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, gedung dewan sebenarnya merupakan representasi dari rumah rakyat. Namun ironis, gedung dengan anggaran perawatannya miliaran ini kondisinya memperhatinkan. Nampak plafon ruangan dilantai dua ambrol, bocor sana- sini.

"Fakta yang sangat kontradiktif dengan penampilan luar para anggota dewan. Sungguh sangat memalukan. Kita patut mempertanyakan anggaran perawatan gedung selama ini digunakan untuk apa?," tegasnya.

Menanggapi semakin bobroknya kondisi gedung ditanggapi enteng Ridwan Sekertaris DPRD Kabupaten Pasuruan. " Iya nanti kita perbaiki," singkatnya. 

Informasi yang berhasil dihimpun di gedung wakil takyat ini menyebut anggaran perawatan untuk tahun ini capai Rp 1,5 M. Dengan anggaran miliaran tersebut, sejumlah ruang, seperti ruang komisi III wallpaper dinding mulai terkelupas dan bocor. Di lantai dua ruang pertemuan juga memperhatinkan, atap plafon ambrol. (yud)

Editor :