klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kontrak Perusahaan di JTB Segera Berakhir, Ribuan Tenaga Kerja Terancam Jadi Pengangguran

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Anggota DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto. (Dok.klikjatim.com)
Anggota DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto. (Dok.klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Angka pengangguran di Bojonegoro berpotensi terjadi lonjakan. Hal ini seiring dengan akan habisnya kontrak perusahaan-perusahaan di Jambaran Tiung Biru (JTB) pada tahun 2022.

Dalam menyikapi kondisi ini, Anggota DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto pun minta Bupati selaku kepala daerah untuk melakukan antisipasi dengan program kebijakannya.

"Ada 27 perusahaan di JTB yang kontraknya akan habis di tahun 2022," ujar Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, Rabu (9/3/2022).

Dia menjelaskan, pada bulan bulan Maret ini ada 9 perusahaan di JTB yang kontraknya akan habis. Kemudian bulan April tambah lagi sebanyak 14 perusahaan dan bulan Juli ada 4 perusahan.

"Ada 4.360 orang menjadi tenaga kerja di 27 perusahaan tersebut terancam menjadi pengangguran," katanya.

Dari 4.360 orang tenaga kerja tersebut, sebanyak 2.864 orang berasal dari tenaga kerja lokal Bojonegoro. Rinciannya 1.040 tenaga kerja skill, 864 orang semi skill, serta 960 orang unskill.

Sementara sisanya 1.496 berasal dari tenaga kerja non lokal.

Ahmad Supriyanto menambahkan Pemkab Bojonegoro harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan pengangguran tersebut. Yakni dengan melakukan langkah program atau kebijakan yang tepat seperti menyiapkan lapangan kerja baru serta pelatihan bagi mereka.

Dia berharap agar pemerintah daerah hadir dalam membantu masyarakat. Khususnya mereka yang terdampak PHK dari 27 perusahaan di JTB, yang kontraknya akan habis di tahun ini.

“Hal ini harus mendapat perhatian serius dari Pemkab Bojonegoro,” pungkasnya. (nul)

Editor :