KLIKJATIM.Com | Malang - Tiga pegiat media sosial (medsos) selama ini aktif muncul di segala isu serta tokoh ormas sekaligus akademisi turut memberikan tanggapannya.
Beragam tanggapan dalam menyikapi Halal City sempat dilontarkan Wali Kota Malang Sutiaji saat mengisi acara pengukuhan pengurus KAHMI di Regent Park Hotel Malang, Minggu (30/01/2022) lalu.
Rudi S Kamri dalam channel Kanal Anak Bangsa berjudul Lawan Strategi Khilafah Untuk Labelisasi Halal Kota Malang. Dalam opininya, Rudi menilai pemikiran Wali Kota Malang Sutiaji kenapa berbanding terbalik dengan masyarakatnya yang berjiwa toleran.
"Pimpinan daerah itu bukan raja tapi dipilih oleh rakyat, menjadi administrator kepentingan masyarakat dan bukan menjadi pangrek projo (penguasa daerah). Semua policy (kebijakan) harus berakar dari kebutuhan masyarakat," ucap Rudi dalam channel youtube-nya.
Rudi menegaskan, pencopotan spanduk di kawasan bundaran tugu dan pagar DPRD oleh Satpol PP. Artinya mereka tidak menginginkan Malang menjadi kota toleran. "Dianggap berlawanan dengan konsep halal city yang digagas Wali Kota Malang Sutiaji," tegasnya.
Lain halnya disampaikan Denny Siregar, "Saya ketawa aja ketika membaca berita, Wali Kota Malang ingin menerapkan wisata halal di sana. Kayak gak ada kerjaan aja pak, membuat saya malah jadi curiga," kata Denny.
Ada apa Kota tiba-tiba Kota Malang masuk ranah agama. Setahunya dia, biasanya pejabat yang tiba-tiba bicara agama. Itu karena ada sesuatu yang di belakang disembunyikannya, entah ada korupsi entah karena gak bisa bekerja.
"Terus ditutupin dengan agama, supaya kelihatan suci dan bersih dan mendapatkan pembelaan karena seiman. Tapi saya rasa Wali Kota gak gitu kog, mungkin karena beliau sedang kelelahan saja," ujarnya.
Terpisah, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Malang, H. Agus Sunar Dewabrata, S.H. menukaskan, sebaiknya Wali Kota Malang Sutiaji dalam menyampaikan sesuatu lebih berhati-hati lagi dalam satu acara atau forum.
"Kota Malang selama ini terjaga kondusifitasnya dengan baik, dengan warganya secara majemuk beragam agama, suku, bahasa serta kebudayaannya. Masyarakat bumi Arema adalah masyarakat yang mengedepankan toleran," tukas Abah Nanang sapaan akrabnya.
Sementara, Ketua Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UB Malang, Dr. Suryadi, M.S. menyebutkan, apa yang dilontarkan Wali Kota Malang Sutiaji perihal Halal City secara ilmu komunikasi timing (waktu) dan tempatnya kurang pas.
Sebelum melontarkan ke forum atau publik, semestinya Wali Kota Sutiaji melakukan proses atau prosedur yang benar berupa pembahasan, diskusi, kajian maupun hal lainnya secara matang melalui tim perumusannya.
"Kemungkinan ada celetukan atau penekanan impiannya tanpa disadari olehnya dan ditangkap dengan memunculkan pemahaman berbeda dari masyarakat. Akhirnya menjadi bias dan persoalan baru," pungkas Suryadi. (yud)
Editor : iwan Irawan
Tiga Nelayan Jember Hilang Diterjang Ombak, SAR Perluas Pencarian hingga 48 Mil Laut
KLIKJATIM.Com | Jember – Tim SAR gabungan masih mencari tiga nelayan yang hilang setelah Kapal Layar Motor (KLM) Pantes terbalik dihantam ombak di perairan Pa…
HMI Dukung Pemkab Sidoarjo Tertibkan Penjualan Miras dan Cegah Penyebaran HIV/AIDS
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo menyatakan dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam memberantas peredaran minuman keras miras…
BLT DBHCHT Gresik Sasar Buruh hingga Petani Tembakau, Masing-masing Terima Rp900 Ribu
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BLT DBHCHT) dan bantuan p…
Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa…
Penipuan Berkedok Investasi Rugikan Rp 2,4 Miliar, Polres Kediri Tahan Pelaku
Tiga warga Kabupaten Kediri mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan berkedok investasi atau modal kerja. Total kerugian yang mereka laporkan…
Sosialisasi Perda Nomor 7 Tahun 2026, Pemkab Gresik Perkuat Komitmen Wujudkan Pelayanan Publik Inklusif
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat komitmen mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan mudah diakses seluruh masyarakat melalui …