klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Kenali Gejala Dini Campak, Awalnya Demam Tinggi

avatar Catur Rini
  • URL berhasil dicopy
Dokter Spesialis Anak, dr. Yulita Galih Pangesti, Sp.A, menjelaskan bahwa gejala awal campak umumnya diawali dengan demam tinggi.
Dokter Spesialis Anak, dr. Yulita Galih Pangesti, Sp.A, menjelaskan bahwa gejala awal campak umumnya diawali dengan demam tinggi.

KLIKJATIM.Com | Malang - Penyakit campak masih menjadi perhatian karena gejalanya yang bisa berkembang cukup cepat dan menular. Dokter Spesialis Anak, dr. Yulita Galih Pangesti, Sp.A, menjelaskan bahwa gejala awal campak umumnya diawali dengan demam tinggi.

“Jadi campak ini awalnya bisa ditandai dengan adanya demam, demamnya tinggi bisa lebih dari 38 derajat celcius selama 3 hari atau lebih,” ujar dr. Yulita, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan bahwa demam tersebut biasanya berlangsung antara 4 hingga 7 hari.
Menurutnya, demam tinggi pada campak biasanya muncul sekitar 10 hingga 12 hari setelah seseorang terpapar virus. Kondisi ini menjadi salah satu tanda awal sebelum muncul gejala lain yang lebih khas.


Selain demam, pasien juga dapat mengalami gejala penyerta seperti batuk, pilek, mata merah, dan mata berair. Gejala-gejala ini sering kali menyerupai infeksi saluran pernapasan biasa.


Namun, terdapat tanda khas yang dapat membantu mengenali campak sejak dini. Salah satunya adalah munculnya bercak putih keabuan di dalam mulut, tepatnya di bagian dalam pipi.


Setelah itu, akan muncul ruam kemerahan pada kulit yang disebut ruam makulopapular. Ruam ini biasanya pertama kali terlihat di area muka dan leher, terutama dari belakang telinga.


Ruam kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh dan bertahan selama sekitar 3 hari atau lebih. Kemunculannya umumnya terjadi saat demam mencapai puncaknya, sekitar hari keempat hingga ketujuh.


“Ruamnya itu muncul saat demam mencapai puncaknya, lalu berakhir dalam 5-6 hari,” jelas dr. Yulita.

Setelah mereda, ruam akan berubah warna menjadi kecoklatan atau kehitaman seperti tembaga sebelum akhirnya menghilang.

 

Editor :