KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Tragedi tenggelamnya perahu di penyeberangan tradisional Kecamatan Rengel, Tuban menuju Kecamatan Kanor, Bojonegoro masih belum usai. Empat orang hingga saat ini masih belum ditemukan. Sembilan motor milik korban juga hilang terseret arus.
Keempat yang belum ditemukan itu Erma Azila Fitrianti (27), warga Bojonegoro; Sutri (50), warga Tuban; Dedi Sutio Nugroho (25), warga Tuban; dan Arifin (29), asal Kabupaten Tuban. Selain korban tersebut, ternyata masih menyisakan motor yang di bawa para korban juga masih belum di temukan.
"Dari 10 sepeda motor yang turut tenggelam saat peristiwa tersebut, baru satu sepeda motor yang berhasil diangkat dan masih ada Sembilan motor di dasar sungai yang belum diangkat," ujar Sekertaris BPBD Bojonegoro Zaenul Maarif, Senin (31/1/2022).
"Kita akan mencari motor yang hilang pada sekitar bulan Juli hingga Agustus saat musim kemarau," tambahnya.
Menurut Zaenul, motor dan satu perahu tersebut sudah berusaha diangkat pada hari ke tujuh atau hari terakhir operasi Search And Rescue (SAR). Namun karena kondisi dasar sungai yang banyak bebatuan, sehingga gagal diangkat hingga operasi SAR berakhir.
"Kita sempat mencoba untuk mengangkat, namun belum berhasil bahkan beberapa tali sampai putus. Karena tersangkut karang dan bebatuan di dasar sungai," jelasnya.
Dikatakan, kondisi kendaraan itu tidak terbawa atau terseret arus, karena di dasar sungai terpanjang di pulau jawa tersebut, banyak bebatuan.
"Kita harapkan nantinya saat pengangkatan yang kita agendakan sekitar bulan Juni hingga Agustus," pungkasnya.(mkr)
Editor : M Nur Afifullah