KLIKJATIM.Com | Mojokerto -Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengunjungi anak-anak korban dugaan keracunan makanan dari Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto.
Dalam kunjungannya, Pigai menyoroti pentingnya pendampingan psikologis atau trauma healing bagi para korban.
Kunjungan tersebut dilakukan di RSUD Prof. dr. Soekandar, Mojosari, Mojokerto, Rabu (14/1/2026), tempat sejumlah korban masih menjalani perawatan medis.
Pigai menyampaikan bahwa pemulihan mental anak-anak menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun tenaga kesehatan. Hal ini dinilai penting agar para korban tidak mengalami trauma berkepanjangan dan tetap dapat menerima program MBG ke depannya.
“Kita tidak mengetahui secara pasti perasaan mereka, tetapi trauma healing harus dilakukan supaya anak-anak tidak takut lagi dan tetap bisa menerima program MBG selanjutnya,” ujar Pigai.
Dalam kesempatan itu, Pigai juga berupaya menenangkan para korban dengan memastikan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyediaan MBG, khususnya dapur penyedia di wilayah setempat. Sementara terkait aspek hukum, ia menegaskan proses sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
“Kedatangan saya untuk memastikan agar ke depan program ini berjalan lebih maksimal, profesional, dan sesuai prosedur,” katanya.
Diketahui, insiden dugaan keracunan yang diduga bersumber dari menu soto ayam tidak higienis dari dapur Satuan Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG) tersebut berdampak pada lebih dari 400 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Angrahini, mengungkapkan bahwa hingga Rabu siang masih terdapat sekitar 60 anak yang menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Per siang ini masih ada sekitar 60 anak yang dirawat,” ujar Dyan.
Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Kutorejo mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi menu soto ayam dari Program MBG. Makanan tersebut disiapkan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang yang berlokasi di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.
Menu MBG itu didistribusikan ke sekolah-sekolah pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, pada Sabtu (10/1/2026), para siswa mulai mengalami gejala seperti mual, muntah, demam, dan diare.
Editor : Wahyudi