klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto

avatar Tsabit Mantovani
  • URL berhasil dicopy
Petugas mengevakuasi jasad perempuan yang mengapung di tepi sungai Brantas, di Desa Pagerloyong, Kecamatan Gedeg,  Mojokerto
Petugas mengevakuasi jasad perempuan yang mengapung di tepi sungai Brantas, di Desa Pagerloyong, Kecamatan Gedeg,  Mojokerto

KLIKJATIM.Com | Mojokerto -  Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan mengapung di tepi sungai Brantas, di Desa Pagerloyong, Kecamatan Gedeg,  Mojokerto (4/1) siang. Mayat tanpa identitas diketahui oleh warga di di sekitar jalur Jogging Track (JT) Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah pertama kali terlihat mengapung sekitar pukul 09.40 WIB. Diduga kuat, jasad korban terbawa arus sungai yang cukup deras hingga akhirnya ditemukan di kawasan jogging track Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Secara fisik, korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun dengan tinggi badan kurang lebih 155 sentimeter, berkulit sawo matang, serta berambut hitam lurus sebahu. Saat ditemukan, korban tidak membawa identitas diri. Pada tubuh korban juga ditemukan bekas jahitan operasi sesar di bagian perut.

Salah seorang warga Najib, yang ikut mengevakuasi, mengatakan dirinya pertama kali melihat jenazah tersebut saat berada di sekitar sungai bersama keluarganya. Mengetahui ada tubuh manusia mengapung, ia kemudian berinisiatif membantu mengarahkan jenazah ke tepi sungai agar mudah dievakuasi.

"Awalnya saya lihat ada tubuh mengapung. Lalu saya bantu mengarahkan ke pinggir sungai. Di lokasi sudah ada relawan dari ILS Info Lantas Sidoarjo, ISM Info Seputar Mojosari, PMI, BPBD, dan Relawan Punokawan yang kemudian membantu proses evakuasi," ujar Najib.

Najib menduga jenazah terbawa arus dari wilayah hulu atau dari barat terbawa arus Sungai Brantas ke arah timur dan melaporkan ke petugas berwenang untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Sementara, Agen Informasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan, membenarkan peristiwa tersebut adanya mayat terapung di kawasan Dam Pageruyung, Kecamatan Gedeg.

"Namun karena arus Sungai Brantas cukup deras, jasad tersebut terbawa hingga ke wilayah Kota Mojokerto, tepatnya di jogging track Jalan Hayam Wuruk," kata Achmad.

Ia menjelaskan, proses evakuasi sempat terkendala derasnya arus sungai. Tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi jasad korban sekitar pukul 11.05 WIB dengan bantuan jet ski milik warga.

"Setelah berhasil dipinggirkan, evakuasi dilakukan oleh tim gabungan PMI Kota Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, serta relawan. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Aparat mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke pihak berwajib guna mempercepat proses identifikasi.

Editor :