klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Minyak Goreng Rp14 Ribu Mulai Langka di Jombang, Komisi B Segera Panggil Disperindag

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Estalase tempat minyak goreng tampak kosong di salah satu minimarket di Jombang. (May/klikjatim.com)
Estalase tempat minyak goreng tampak kosong di salah satu minimarket di Jombang. (May/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jombang - Pasca kebijakan diturunkannya harga minyak goreng oleh pemerintah pusat seharga Rp14 ribu per liter, kini kondisi di bawah malah terjadi kelangkaan. Terutama di beberapa minimarket atau toko modern yang berada di Kabupaten Jombang.

Pantauan di lapangan, sejumlah minimarket terlihat memasang tulisan “Maaf, Minyak Goreng Kosong”. Saat dikonfirmasi, Risma yang merupakan petugas di salah satu minimarket mengatakan, stok minyak goreng yang diterima tidak lebih dari satu karton atau berisi 12 L.

“Ngirimnya tidak tentu, kadang 2 hari dikirim, kadang 3 hari baru dikirim. Itupun hanya 1 karton,” kata wanita berkacamata tersebut.

Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di toko tempatnya bekerja saja. Tapi disinyalir juga terjadi di beberapa minimarket yang lain. “Kalau di tempat lain gak tahu ya, tapi kelihatannya sama saja mbak, jatahnya sama 1 karton,” imbuhnya.

Di hubungi terpisah, Anggota DPRD Jombang dari Komisi B, Cholillah mengaku sangat menyayangkan terjadi kelangkaan minyak goreng di beberapa tempat tersebut. Untuk menyikapi kondisi ini, pihaknya segera melakukan hearing dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Jombang. ”Insya Allah secepatnya mau hearing, mau diagendakan. Bagaimana dan tindakan apa yang dilakukan Dinas Perdagangan,” jelasnya pada Minggu (30/1/2022).

Politisi perempuan yang dikenal cukup dekat dengan warga ini menambahkan, pihaknya sebelum menggelar hearing akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dulu ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. “Sebelumnya kita akan melakukan sidak terlebih dahulu,” urainya.

Namun, pihaknya tetap mendesak Disperindag untuk segera mengambil langkah atau mengeluarkan kebijakan dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng di bawah. “Nanti kita panggil dari dinas perdagangan, otomatis biasanya dari dinas perdagangan sudah membuat kebijakan. Tapi kalau sampai beberapa hari kebijakan itu belum bisa mewarnai, otomatis kan kita harus tetap mendesak kebijakan apa lagi yang harus dilaksanakan,” tandasnya.

Anggota DPRD dari fraksi PKB ini kembali mengungkapkan keprihatinannya atas kelangkaan minyak goreng yang membuat masyarakat resah dan memperburuk kondisi usaha masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. “Khususnya bagi masyarakat yang punya usaha juga kasihan, saat sales datang sampai membawa tepung yang diberi gambar minyak, udah bingung mereka,” candanya saat menuturkan realita di tengah masyarakat. (nul)

Editor :