klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Keluar dari Guru Honorer, Warga Ponorogo ini Raih Cuan Rp 20 Juta dari Limbah

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Mahmud Danuri, guru honorer di salah satu SD dan MA mengundurkan diri dari sekolahnya. Ini setelah dia menghasilkan omset hingga Rp 20 juga dalam sebulan dengan mengubah limbah kayu jadi panah tradisional dengan nilai jual yang tinggi.

[irp]

Bagaimana ceritanya? 

Di rumahnya di Jalan Bangunsari, Desa Singkil, Kecamatan Balong, Ponorogo, tangan Mahmud terlihat telaten memilih limbah kayu. Dia memilah limbah kayu yang bisa dibuat kembali menjadi. 

"Ya begini kerjaan sehari-hari, " ujar Mahmud saat ditemui di rumahnya. 

Dia menerangkan kayu bekas yang digunakan memenuhi pesanan panah tradisional dari para pelanggannya adalah kayu bekas mebel. Entah itu untuk membuat kursi atau lainnya. 

"Usaha ini berawak dari saudara saya yang membeli satu set panah lengkap dengan anak panahnya dari Solo, " katanya. 

Saat itu, tahun 2016, saudaranya membeli panah di Solo dengan harga Rp 275 ribu. Waktu, panah yang dibeli garapannya kurang halus. 

"Saya bilang begitu, karena saya kerasa mampu membuatnya yang sama. Tapi garapannya lebih halus," kisahnya. 

Dia mengaku memang bisa membuat yang kenihbhakus karena sudah mempunyai iilmu kriya kayu. Pasalnya dirinya adalah lulusan jurusan kriya kayu di SMKN 1 Pacitan.

"Saya juga menggarap berbagai produk menel. Ya itu ilmu saya terus terasah dalam dunia kerja ini, " tegasnya. 

Untuk panah, dia mencoba bereksperimen dulu dengan melihat di internet, YouTube. Kemudian mencoba mempraktikkan. 

"Produk pertamanya saya jual ke Solo melalui media sosial. Saya kaget ketika 3 (tiga) set panah produksi pertama langsung ludes terjual dengan harga Rp 300 ribuan, " kisahnya. 

Dari situ, dia bersemangat untuk memproduksi panah tanpa harus menunggu adanya limbah dari mebel yang ia produksi. Dia juga mengambil dari limbah mebel lain. 

"Puncak pesanan masuk itu tahun 2017 hingga 2018. Makanya saya keluar dari guru honorer. Untuk memenuhi pesanan itu, " urainya 

Menurutnya, saat puncak  dalam waktu satu pekan dia harus memproduksi 20 bow (busur). Ditambah 40 anak panah dalam 1 minggu

"Jadi saya rasa tidak mungkin kalau masih harus mengajar. Makanya saya putuskan untuk keluar," lanjutnya.

Dia mengaku, tahun  2017-2018 memang banyak even panahan. Sehingga ia juga sering ikut pameran.

"Dalam satu bulan rata-rata saya bisa memproduksi 30-40 bow atau jika dirupiahkan omzetnya bisa mencapai Rp 15 - 20 juta, " terangnya 

Masih kata Mahmud, dirinya memproduksi lima jenis panah yang bisa diproduksi.Mulai dari Hungaria, Turkish, Tartar, Jemparing dan Manchurian.

"Harganya bervariasi. Ada yang Rp 400 ribu. Ada pula yang Rp 1.3 juta. Tergantung bahan hingga tingkat kerumitan panah, " tambanya. 

Dia mengurai harga Rp 400 ribu hingga Rp 1.3 juta itu terdiri dari  satu set panah. Yang terdiri dari satu busur dan tiga anak panah.

"Kalau untuk pelanggan banyak yang dari Surabaya, Tuban, Jawa Timuran lah. Tapi pernah juga kirim ke Irian Jaya," ucap Mahmud.

Dia pun menyesuaikan tinggi badan serta rentang tangan pemesan untuk pembuatan busur panah. Dia juga harus mencoba panah tersebut satu persatu, jika menurutnua kurang pas maka disesuaikan. 

Pengaturan busur panah ini juga menjadi daya tarik panah buatan Mahmud. Karena setiap pengrajin punya selera masing-masing dalam mengatur panah buatannya.

"Kalau misalnya ada yang kurang sesuai, apa dari rentang tangan dan lainnya bisa ditukar atau diperbaiki tidak apa-apa, gratis," tambahnya

Lebih lanjut, Mahmud menyebut, penggemar hobi berkuda dan panahan ini terus meningkat. Namun meningkatnya jumlah penggemar, diikuti juga dengan jumlah pengrajin panah yang meningkat pada tahun 2019.

"Waktu Pandemi Covid-19 kan tidak ada kegiatan kerumunan. Jadi kegiatan panahan juga banyak yang libur," jelasnya.

Ia menceritakan pernah benar-benar tidak mendapatkan pesanan panah sama sekali selama 6 bulan.

"6 bulan itu off, karena sama sekali tidak ada pesanan. Tapi Alhamdulillah dua bulan terakhir ini sudah mulai ada pesanan lagi," pungkasnya. (rtn)

Editor :