KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) semakin mempertegas posisinya sebagai pionir pelabuhan ramah lingkungan (green port) di Indonesia. Melalui langkah strategis, anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini resmi menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kebun Raya Purwodadi untuk memperkuat keanekaragaman hayati di kawasan operasional pelabuhan, Kamis (23/4/2026).
Kerja sama ini menandai integrasi antara dunia riset ilmiah dengan sektor industri logistik guna menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan selaras dengan alam.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Utama PT TTL tersebut berfokus pada pengembangan metodologi ilmiah dalam perlindungan ekosistem pesisir. Program kolaborasi ini mencakup pemetaan area konservasi prioritas hingga pengembangan sistem penghitungan serapan karbon berbasis vegetasi di area pelabuhan.
Sekretaris Perusahaan PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyatakan bahwa keberlanjutan lingkungan kini menjadi indikator utama kesuksesan pelabuhan masa depan.
“Sinergi dengan Kebun Raya Purwodadi diharapkan mampu menghadirkan solusi ilmiah yang aplikatif. Kami ingin menjaga keseimbangan antara aktivitas logistik yang padat dengan peningkatan keanekaragaman hayati di kawasan pelabuhan,” tegas Syaiful Anam.
Terminal Teluk Lamong secara konsisten telah mengimplementasikan teknologi eco-engineering. Selain restorasi mangrove dan penanaman vegetasi anti-polutan, TTL juga memanfaatkan teknologi digital seperti Terminal Booking System (TBS) untuk mengatur alur truk guna menekan polusi karbon akibat kemacetan.
“Penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, dan Governance) adalah jawaban kami terhadap tantangan perubahan iklim global. Ini komitmen nyata kami dalam mendukung penurunan emisi karbon nasional,” tambah Syaiful.
Tim peneliti Kebun Raya Purwodadi turut meninjau langsung area Greenhouse serta ruang terbuka hijau di sepanjang pelabuhan. Area ini telah ditanami berbagai jenis tanaman hias, buah-buahan, hingga pohon pelindung.
Perwakilan tim peneliti Kebun Raya Purwodadi, Titut Yulistyarini, mengapresiasi inisiatif hijau TTL. Pihaknya berencana melakukan kajian mendalam untuk menyeleksi jenis tanaman yang paling tangguh terhadap kondisi lingkungan pelabuhan yang cenderung ekstrem.
“Kami akan melakukan kajian komprehensif, termasuk menghitung potensi serapan karbon dari setiap vegetasi di sini. Data dan inovasi teknologi sangat krusial untuk memastikan ekosistem pelabuhan tetap sehat dan mendukung keanekaragaman hayati secara optimal,” tutup Titut.
Editor : Fatih