KLIKJATIM.Com | Gresik – Sehari setelah insiden tawuran antar perguruan silat di Kabupaten Lamongan pada Rabu (20/10/2021) lalu, jajaran Polres Gresik tampak langsung mengumpulkan sejumlah ‘pendekar’ di daerah setempat. Pertemuan santai yang dikonsep duduk bersama dengan perguruan silat Kabupaten Gresik ini berlangsung di Mustika Rasa, Kebomas, Kamis (21/10/2021).
[irp]
Hadir lagsung dalam kesempatan itu, Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis dan Wakapolres Kompol Eko Iskandar, Kasat Intelkam AKP Nurdianto Eko Wartono serta pejabat utama (PJU) Polres Gresik lainnya. Sedangkan perwakilan dari perguruan silat yang hadir di antaranya Pagar Nusa, IKSPI dan PSHT.
Kapolres AKBP Mochamad Nur Azis menyampaikan terima kasih kepada seluruh ketua perguruan silat yang telah hadir dalam pertemuan pada malam hari tersebut. Sebab tujuan pertemuan ini untuk kemaslahatan orang banyak.
Sehingga, Kapolres pun mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Kabupaten Gresik. "Mari kita bersama-sama untuk menciptakan keamanan dan kondusifitas di wilayah Kabupaten Gresik," ajak Alumnus Akpol 2002 ini.
Dia berharap setiap permasalahan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. “Namun, apabila tidak bisa diselesaikan kekeluargaan akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tandasnya.
Pihaknya mengaku akan berusaha menangani setiap permasalahan secara profesional, serta memberikan manfaat bagi semua orang. “Dengan duduk bersama-sama menjaga kamtibmas di Gresik dan semoga tidak ada gesekan antar perguruan silat di Gresik,” pesan Kapolres.
Sementara itu, perwakilan dari Pagar Nusa, Khusnul Khuluq mengatakan kesiapannya untuk senantiasa menjadikan Kabupaten Gresik tetap aman dan kondusif. "Selaku yang dituakan di IPSI Gresik, diamanahkan untuk menjaga dan meredam masa di bawah," ucapnya dalam pertemuan tersebut.
Kemudian dari PSHT Gresik, Sukamto pun mengaku sepakat dengan penyampaian Kapolres dan Wakapolres Gresik. Jika ada anggotanya yang bersalah memang harus kooperatif dengan kepolisian.
"Bila terjadi permasalahan antar perguruan silat agar dihadirkan pengurus atau sesepuh dari perguruan tersebut," tambahnya.
Pengurus Cabang IKSPI Kera Sakti, Didik Permanto mengatakan terkait anggotanya ada yang asli Gresik dan juga perantauan. Meksi demikian, tapi pihaknya tetap melakukan pemantauan sesuai prosedur hingga di tingkat ranting.
"Pihak pengurus tidak letih untuk mengingatkan kepada jajaran bawah agar tidak terprovokasi dalam pergerakan esok," ucapnya. (*/nul)
Editor : Redaksi