KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Pemerintah memutuskan untuk melakukan nekropsi atau otopsi terhadap Paus Melon Head, yang terdampar di Pantai Sidem Tulungagung, pada 5 September lalu. Nekropsi dilakukan sehari setelah sang paus telah mati karena tidak bisa kembali ke perairan.
[irp]
Tujuan nekropsi untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian paus tersebut. Namun hingga saat ini penyebab pastinya masih juga belum jelas. Hal ini dikatakan oleh Dokter Hewan dari Departement Patologi Vreteriner Fakultas Kesehatan Hewan Unair, drh. Bilqis Ari Putra.
"Rilis resmi penyebab terdampar dan penyebab kematiannya belum diketahui dengan pasti, nanti ketika sudah ada akan kita sampaikan ke Kementerian," ujarnya.
Bilqis mengatakan, secara umum kondisi Paus Melon Head di Pantai Sidem kemarin adalah paus betina yang masih di usia produktif.
"Paus kemarin jenis kelaminnya betina dan ada di usia produktif. Kalau ditanya berapa tahunnya, kita juga belum bisa memastikan yang jelas dewasa dan produktif," ungkapnya.
Pihaknya mengambil 23 sampel bagian tubuh paus untuk uji di laboratorium. Secara umum dari hasil uji laboratorium, diketahui bahwa dalam sistem pencernaan paus tak ada makanan di lambung maupun ususnya.
Dua kemungkinan bisa terjadi. Yakni, karena paus dalam kondisi sakit sehingga tidak mau makan atau karena paus sedang mengejar makanan. "Yang jelas kondisi paus ini sedang tidak baik-baik saja," ucapnya.
Pihaknya juga mendapati ada pendarahan di sistem reproduksinya. Pendarahan bisa dikarenakan beberapa hal, mulai dari proses perkawinan, infeksi maupun karena keguguran.
Bilqis belum bisa memastikan penyebabnya. Sebab masih perlu pendalaman lebih lanjut.Disinggung mengenai penyebab terdampar hingga penyabab kematiannya, Bilqis mengakui masih akan mendalami lagi. Pihaknya memprediksikan dalam seminggu ke depan hasil pasti penyebabnya sudah muncul dan akan disampaikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Yang jelas tidak kita temukan luka akibat tersangkut jaring, atau luka luar saat evakuasi juga tidak kita temukan. Untuk penyebab pastinya kemungkinan minggu depan baru disampaikan," pungkasnya. (nul)
Editor : Iman