KLIKJATIM.Com I Malang - Keinginan Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana untuk menuntaskan dualisme yang terjadi pada tubuh Arema masih menemui jalan terjal. Dia ingin menemui Yayasan Arema Indonesia. Namun, istri pendiri Arema Indonesia masih belum membuka diri dan menegaskan Arema Not For Sale.
[irp]
"Kami sangat membuka diri dan mengajak bersama agar Arema Indonesia menjadi kesatuan besar klub yang dibanggakan Aremania. Ini itikad baik dan jalan kami yang terasa paling tepat untuk menyatukan Arema dengan cara menjadi satu pengelolaan," kata Gilang, Jumat (25/6/2021).
Dengan langkah tersebut menurutnya akan lebih mudah pula pihaknya untuk berkoordinasi dengan banyak pihak yang menjadi stakeholder Arema.
Arema Indonesia disebutnya adalah bagian penting sebagai klub yang akan mencetak para pemain muda Arema. Apalagi sekarang Arema FC juga membina usia dini dan remaja yang juga mengikuti kompetisi resmi Elite Pro Academy usia 16, 18, dan 20 tahun.
"Kompetisi Liga 3 menjadi area menambah jam terbang bagi pemain-pemain muda dalam meniti karier di sepak bola. Apalagi ada momentum akan mendekati kompetisi Liga 3 yang segera digelar," tuturnya.
Gilang mengaku inisiatif ini murni datang dari dirinya sebagai Aremania. Terlebih para Aremania di luar sana yang sangat mengharap ada langkah kongkret yang dilakukan karena dualisme tak kunjung usai.
“Saya gabung di sini berangkat dari seorang Aremania dan bukan figur yang selama ini terlibat dalam dualisme. Ini murni untuk menjalani amanah dari Aremania,” pungkasnya.
Sementara itu, Istri Acub Zaenal, Novi menegaskan Arema Indonesia tidak dijual. Dia juga mengaku belum ditemui pihak Arema FC. (*)
Editor : Redaksi