KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Bagi yang hendak berwisata ke Gunung Bromo, ada baiknya anda menyiapkan masker, kaca mata dan pelindung diri. Sebab, pada musim peralihan biasanya muncul badai pasir.
[irp]
Meskipun badai di lautan pasir tidak berbahaya, wisatawan Bromo harus bersiap. Minimal membawa masker atau kacamata sebagai pelindung.
Informasi badai itu terjadi setiap waktu tak tentu. Namun, durasi badai itu terjadi tidak begitu lama. Biasanya, menjelang siang, dan rawan terjadi saat pergantian musim memasuki musim kemarau.
Sugeng Laksono, salah satu warga Tengger mengatakan, badai di lautan pasir itu sudah biasa terjadi di saat musim kemarau. Terutama, saat peralihan musim. Namun tidak dapat terprediksi dengan tepat kapan terjadi dan berapa lama durasinya.
Tetapi, musim kemarau ini, pemandangan di Gunung Bromo dan lautan pasirnya, sangat bagus. Karena cuaca yagn cerah dan lautan pasirnya pun terlihat menarik. “Cuma sekarang agak berdebu, kalau ada angin kencang. Debunya lumayan bila kena ke wajah. Sehingga tak ada salahnya memakai masker atau kacamata,” katanya seperti dikutip Radar Bromo.
Sementara itu, Kepala Resort Lautan Pasir Gunung Bromo, Subur Hari Handoyo saat dikonfirmasi mengatakan, badai pasir merupakan fenomena tahunan Gunung Bromo yang terjadi di musim kemarau. Angin kencang datang pada siang hari. Namun hal ini justru menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan merasakan badai pasir di lautan pasir Bromo.
“Wisatawan sebaiknya tidak mendekat di area badai pasir karena debu yang beterbangan akan mengotori pakaian dan mengganggu pernapasan. Saya imbau, wisatawan sebaiknya datang ke kawasan lautan pasir pagi hari dan selalu mengenakan masker dan kacamata, jika ingin hindari badai di lautan pasir Bromo,” terangnya. (ris)
Editor : Redaksi