KLIKJATIM.Com I Jember – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jember mengumumkan, telah meniadakan layanan penukaran uang baru atau uang pecahan kecil melalui kas keliling bersama perbankan pada Ramadhan dan menjelang lebaran idul Fitri tahun ini.
[irp]
"Kami dari BI secara teknis tidak membuka layanan penukaran uang masyarakat sebagaimana dilakukan pada tahun sebelumnya, pada saat sebelum pandemi," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jember, Hestu Wibowo, Sabtu (17/4/2021).
Kendati demikian, lanjut dia, penukaran uang tetap akan dilayani melalui loket penukaran di kantor bank, setiap hari kerja pada jam layanan, dengan tetap menerapkan protokol Covid-19.
"Tahun ini kami sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan beberapa pihak, terutama dengan pihak perbankan dalam rangka untuk melayani masyarakat yang membutuhkan penukaran uang selama bulan ramadhan dan menjelang idul fitri," imbuhnya.
Layanan penukaran uang tahun ini, kata Hestu, sudah disediakan BI Perwakilan Jember melalui perbankan di 5 kabupaten yang telah ditunjuk. 5 kabupaten itu yaitu Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Lumajang dan Situbondo.
"Jadi, masyarakat masih bisa menukar uang. Karena ini sudah menjadi tradisi dan kebutuhan masyarakat, maka bisa mendatangi kantor perbankan untuk melakukan penukaran, tapi memang kebijakan penukaran kami serahkan ke masing-masing bank," jelas Hestu Wibowo melanjutkan.
Hal tersebut sebagai upaya pencegahan BI untuk terhindar dari kluster di sektor perbankan. Sehingga BI melakukannya demi mengurangi kerumunan dan penumpukan masyarakat dan penukaran uang ini.
Kendati demikian, lanjut dia, jaringan kantor bank di 5 kabupaten itu sudah siap untuk melakukan penyediaan dan penukaran kepada masyarakat.
Untuk diketahui, dalam rangka pemenuhan kebutuhan uang perbankan dan masyarakat di wilayah kerja BI Perwakilan Jember pada bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, BI menyiapkan uang rupiah dalam jumlah cukup dan kualitas layak edar sebesar Rp 3,092 triliun, atau mengalami peningkatan 17,70 persen, dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp1,959 triliun
Editor : Abdus Syukur