KLIKJATIM.Com | Malang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut salah satu penyebab banyaknya rumah dan bangunan yang rusak saat Gempa Malang 6,1 magnitudo karena buruknya struktur bangunan.
[irp]
Menurut Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (12/4/2021), sebanyak 179 fasilitas umum rusak karena gempa bumi. Bencana itu juga mengakibatkan 1.361 rumah rusak ringan, 845 rumah rusak sedang, dan 642 rumah rusak berat."Dari hasil survey dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Malang, Rabu (14/4/2021).
Penyebab kedua, lanjut Dwikorita, adalah kondisi batuan/tanah setempat. Kerusakan banyak terjadi pada endapan alluvium dan endapan lahar gunung api. Ketiga, kondisi topografi setempat yang berupa lereng lembah yang tersusun oleh tanah atau batuan dengan klasifikasi kerapatan tanah (densitas) sedang. Dan terakhir keempat, adalah jarak terhadap pusat gempa.
"Ini temuan hasil survey Makroseismik dan Mikroseismik BMKG di Malang, Blitar, dan Lumajang. Salah satu titiknya yaitu di Desa Sumber Tangkil dan Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa," ujarnya.
Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan bahwa sebenarnya gempa tidak membunuh atau melukai. Justru, kata dia, bangunanlah yang melukai bahkan membunuh manusia. Maka dari itu, rumah atau bangunan perlu dipersiapkan dan direncanakan agar kuat dan tahan gempa.
"Potensi bahaya gempa bumi di Indonesia sangat besar, jadi harus diantisipasi dengan menerapkan building code dengan ketat dalam membangun struktur bangunan. Bangunan tahan gempa bumi wajib diberlakukan di daerah rawan gempa," tegasnya.
Sementara itu, Dwikorita menuturkan hasil survey yang dilakukan BMKG akan diserahkan kepada Pemda setempat sebagai bentuk peta mikrozonasi kerentanan gempa bumi yang selanjutnya menjadi dasar rekomendasi untuk rekonstruksi bangunan yang rusak/roboh agar dibangun pada zona dan standard bangunan yang tepat. (bro)
Editor : Redaksi
Kuartal I 2026, Kinerja SIG Tumbuh Positif di Tengah Tekanan Industri
KLIKJATIM.Com | Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melaporkan kinerja keuangan konsolidasian pada kuartal I 2026 dengan capaian yang tetap…
Tiap Jumat Masyarakat Bisa Datang ke Kantor PKB Gresik, Boleh "Sambat" Segala Masalah
KLIKJATIM.Com | Gresik – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik meluncurkan program “Hari Fraksi” yang digelar setiap hari…
May Day 2026 di Gresik Tanpa Demo, Pemkab dan Buruh Sepakati Komitmen Bersama
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi dengan pekerja pada peringatan Hari Buruh Internasional (…
CIMB Niaga Bukukan Laba Rp 2,3 Triliun di Kuartal I-2026
PT Bank CIMB Niaga Tbk mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026, dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3…
PLN Luncurkan Proyek PLTS Mentari Nusantara I 1,225 Gigawatt
PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia sebagai bagian dari upaya mendukung target…
Polisi Selidiki Insiden Mobil Proyek Seruduk Siswi MTsN 1 Bojonegoro, Dua Korban Jalani Operasi
KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Insiden memilukan terjadi di lingkungan MTsN 1 Bojonegoro pada Jumat (1/5/2026) pagi.…