Teror para bandit berlanjut dan terjadi di Kawasan Industri Gresik (KIG) Minggu (11/4/2021). Seorang saksi mata bernama Than Herna melihat jambret bermotor melancarkan aksi. Mereka mengincar dua orang perempuan yang sedang berolahraga menggunakan sepeda mengayuh disekitar lokasi.
“Tas korban ditarik hingga terjatuh. Kebetulan saya melintas di lokasi kejadian habis belanja dipasar,” ungkapnya. Dia menjelaskan bahwa para korban merupakan ibu dan anak. “Sudah berusaha teriak, namun aksi jambret sangat cepat dan berhasil melarikan diri,” keluhnya.
Herna bergegas mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat. Salah seorang korban mengalami luka serius dibagian kepala
Aksi lebih tragis juga terjadi di wilayah Manyar. Hal itu diungkapkan Nurhasan, Kepala Desa Banjarsari saat menceritakan peristiwa yang menimpa warganya. Yang bernama Siti Mamnuah, lansia 75 asal Dusun Doho RT 3/RW1 Desa Banjarsari Manyar.
Motif yang dilakukan layaknya penjahat kelas kakap film aksi. Saat nenek Siti pulang dari jamaah Dhuhur di Masjid Anawawi, tidak jauh dari rumahnya dalam perjalanan pulang kerumah, tiba-tiba sebuah mobil Avanza berwarna silver datang mendekat. “Didalamnya ada sekitar dua-tiga orang, nenek dipaksa masuk dan perhiasannya pun dirampas,” ungkap Nurhasan.
Lalu, tanpa belas kasihan, para bandit tersebut menurunkan korban dikawasan Desa Sumber, Kecamatan Kebomas. “Korban sempat diberi uang Rp 20 ribu sebelum diturunkan,” ucapnya, Selasa (13/4/2021).
Hal tersebut dialami oleh Rizal Novian, pedagang es kelapa muda dikawasan Gresik Kota Baru (GKB). Bayangkan saja, seorang pria tak dikenal tega menggasak handphone miliknya saat melayani pembeli. “Orang itu pesan dua es kelapa muda. Ya saya layani tanpa curiga sedikit pun,” ungkapnya.
Dia baru menyadari bahwa smartphone miliknya digasak oleh pembeli yang baru dia layani. Saat itu, gadget miliknya berada diatas kursi saat mengisi daya baterai. “Saya kira tercecer di tempat lain. Namun setelah cek CCTV, ternyata orang tadi (pelanggan,red) pelakunya,” keluh pria 32 tahun itu.
Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana membenarkan kejadian tersebut, pihaknya kini telah melaksanakan penyelidikan. “Untuk korban tidak laporan mas kemarin sudah kami konfirmasi ke korban,” imbuhnya. (ris)
Editor :
Redaksi