klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gubernur Khofifah Resmikan Enam Fasilitas SMAN Taruna Nala dan Beri Penghargaan Siswa Berprestasi Internasional

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan enam fasilitas baru dan hasil rehabilitasi di SMAN Taruna Nala Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan enam fasilitas baru dan hasil rehabilitasi di SMAN Taruna Nala Jawa Timur.

KLIKJATIM.Com | Malang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong sekolah-sekolah taruna di Jawa Timur untuk terus berkembang sebagai pusat pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan prestasi peserta didik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur Khofifah saat meresmikan enam fasilitas baru serta hasil rehabilitasi di SMAN Taruna Nala Jawa Timur, Kota Malang, pada Kamis (20/8).

Keenam fasilitas yang diresmikan tersebut mencakup UKS Pulau Gili Labak, Rumah Belajar Gunung Semeru, rumah belajar Gunung Arjuno, monumen kapal Samudra Pratama, rehabilitasi ruang makan Masalembu, dan rehabilitasi Masjid At-Tarbiyah. 

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan dan pengembangan fasilitas pendidikan harus memberikan manfaat nyata bagi proses tumbuh kembang para murid. Setiap ruang yang dibangun hendaknya menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul, sekaligus memperkuat karakter dan integritas generasi muda.

“Hari ini kita menyaksikan proses peresmian enam fasilitas. Mudah-mudahan ruang belajar ini juga menjadi ruang interaksi yang bisa menguatkan harapan tercapainya cita-cita mereka, ruang tumbuh kembang mereka, pembangunan karakter mereka, dan tentu integritas sebagai warga bangsa,” ujarnya.

Menurut Khofifah, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis memerlukan generasi muda dengan keahlian dan kompetensi yang spesifik. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dituntut untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa dalam mengembangkan minat, bakat, serta potensinya.

“Diversifikasi profesi itu makin hari makin dibutuhkan. Sehingga yang hadir memimpin sektor-sektor tertentu itu memang mereka yang memiliki skill dan spesifikasi serta konsen dan memiliki passion di sektor yang memang membutuhkan spesifikasi itu,” katanya.

Khofifah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengembangkan pendidikan ketarunaan dengan karakteristik dan kekhasan masing-masing SMAN Taruna Nala (Malang): Berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut, Taruna Madani (Pasuruan) yang didukung pembinaan TNI Angkatan Darat, Taruna Brawijaya (Kediri) yang berfokus pada pengembangan kedisiplinan dan kepemimpinan, dan Sekolah Taruna lainnya dengan lengembangan Taruna Angkasa di Madiun, Taruna Bhayangkara di Genteng (Banyuwangi), serta Taruna Pamong Praja di Bojonegoro.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memberi ruang kepada peserta didik dalam memperkuat kompetensi, karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan sesuai kekhasan sekolah masing-masing.

Khusus untuk SMAN Taruna Nala, Gubernur Khofifah mendorong penguatan pendidikan ketarunaan agar beriringan dengan peningkatan wawasan kemaritiman dan kenusantaraan.

“Pengenalan terhadap kesamuderaan dan kemaritiman itu sesuatu yang wajib dikenalkan. Indonesia adalah archipelago state. Laut-laut di Indonesia bukan pemisah, laut di Indonesia adalah pemersatu karena Indonesia adalah negara kepulauan,” tegasnya.

Khofifah berharap para taruna dan taruni tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kedisiplinan yang kuat, tetapi juga memahami potensi besar kemaritiman Indonesia guna mengelola dan menjaga kekayaan wilayah kepulauan di masa depan.

Fasilitas-fasilitas baru yang diresmikan dirancang untuk memiliki fungsi substantif. Dimana Rumah Belajar Gunung Semeru & Gunung Arjuno untuk mendorong budaya belajar, kreativitas, inovasi, dan interaksi.

Sedangkan UKS Pulau Gili Labak guna memperkuat kesadaran pola hidup sehat, Ruang Makan Masalembu menjadi ruang pembelajaran kedisiplinan, tata krama, kebersamaan, dan jiwa korsa.

Serta monumen kapal Samudra Pratama sebagai simbol semangat kemaritiman, keberanian, dan ketangguhan, dan Masjid At-Tarbiyah untuk rang pembinaan keimanan dan akhlak.

“Pendidikan yang unggul harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan kekuatan spiritual. Ilmu, prestasi, dan kepemimpinan harus selalu berpijak pada akhlak yang baik,” kata Khofifah.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan kepada 10 siswa-siswi SMAN Taruna Nala yang berhasil meraih prestasi di tingkat internasional.

“Prestasi adalah buah dari proses panjang. Saya berharap capaian yang telah diraih menjadi inspirasi bagi seluruh taruna dan taruni untuk terus berusaha, berdisiplin, dan memberikan yang terbaik bagi sekolah, Jawa Timur, dan Indonesia,” tuturnya.

Bentuk perhatian terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui penyaluran beasiswa pendidikan masing-masing sebesar Rp1 juta dan bantuan sepatu sekolah kepada 30 murid dari keluarga afirmasi jenjang SMA, SMK, dan SLB. Para penerima bantuan tersebut berasal dari Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang, dengan alokasi masing-masing 10 penerima.

“Jangan sampai keterbatasan kondisi keluarga menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan meraih masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sebagai penutup, apresiasi juga diberikan kepada para petugas kebersihan dan penjaga sekolah berupa penyerahan santunan dan paket sembako. Khofifah menekankan pentingnya peran mereka dalam menjaga lingkungan sekolah tetap nyaman dan aman.

“Sekolah adalah sebuah ekosistem. Semua harus berjalan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik,” pungkas Khofifah.

Editor :