KLIKJATIM.Com | Surabaya - Tiga kota dan kabupaten di Jawa Timur ini masih menjadi primadona investasi meski dihimpit pandemi selama 2020. Kota Surabaya menjadi peringkat pertama realisasi PMA dan PMDN di Jatim dengan angka Rp 16,8 triliun, Gresik di posisi kedua dengan realisasi Rp 16,5 triliun. Dan ketiga ditempati Pasuruan dengan nilai investasi sebesar Rp 7,9 triliun,
[irp]
Ketiga daerah tersebut selama ini memang menjadi incaran investor untuk menginvestasikan dananya membangun proyek atau perusahaan, terutama yang berkaitan dengan industri migas, kimia dan manufaktur. Di Jawa Timur realisasi investasi 2020 meliputi Rp22,6 triliun merupakan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp55,7 triliun merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Dibandingkan dengan 2019 pun, PMA maupun PMDN mengalami pertumbuhan sebab sebelumnya PMA hanya Rp17,86 trilin dan PMDN Rp33,34 triliun," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan iklim investasi yang kondusif salah satunya dapat dilihat dari layanan kemudahan izin investasi yang diberikan pemerintah. Awal tahun ini, bahkan DPM-PTSP Jatim mengembangkan aplikasi Jatim Online Single Submission (JOSS).
“Investasi tahun ini diharapkan bisa kita capai lebih baik dengan adanya JOSS dan inovasi lainnya. Apalagi sebelumnya Jatim menandatangani kerja sama kemitraan 18 UMKM dengan 6 perusahaan Jatim baik PMA maupun PMDN agar UMKM bisa terlibat dalam rantai pasok global, dan bisa naik kelas,” katanya
Yang menarik dalam investasi 2020 kemarin adalah masuknya Kabupaten Tuban dalam menarik investor. Kabupaten Tuban tercatat sebagai daerah penyokong penanaman modal asing (PMA) tertinggi di Jatim untuk 2020. Mengutip dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) realisasi penanaman modal asing Kabupaten Tuban untuk Jatim mencapai Rp 5,9 triliun.
Penyebab naiknya PMA sendiri didorong oleh investasi di bidang industri migas. Salah satunya ialah PT Pertamina-Rosneft Pengolahan dan Petrokimia yang berlokasi di Kecamatan Jenu. Dua perusahaan ini mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 4,9 triliun. "Kenapa PMA di Tuban melonjak, karena adanya investasi yang besar dari Kilang Minyak Rosneft Tuban," kata Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas PMPTSP dan Naker Tuban, Cahyadi Wibowo. (hen)
Editor :
Redaksi
KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) bersama Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak g…
KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus membuka…
KLIKJATIM.Com | Sampang – Dapur MBG Yayasan Babur Rizky memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi di Desa Karangnangger, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. M…
KLIKJATIM.Com | Lamongan – Sebanyak 41 pasangan di Kabupaten Lamongan resmi mendapatkan kepastian hukum dan dokumen kependudukan melalui program Isbat Nikah Ter…
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Berkendara menggunakan sepeda motor pada malam hari sudah menjadi bagian dari rutinitas masyarakat perkotaan, mulai dari perjalanan…
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemprov Jatim untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan S…