KLIKJATIM.Com | Gresik--Pertumbuhan ekonomi di Gresik dinilai masih perlu pemerataan. Yang menonjol, Gresik sampai saat ini masih dikenal sebagai kota industri. Sementara, ekonomi kerakyatan belum tampak.
Bakal Calon Bupati Gresik, Agus Muallif, menilai jika tidak ada upaya pembaruan sumber ekonomi lain, dikhawatirkan masyarakat pinggiran akan tergerus.
"Di Gresik banyak potensi UKM (usaha kecil menengah) yang digeluti warga. Nah, sampai saat ini belum tampak," kata bakal Calon Bupati Gresik yang kemarin mendaftar di PDIP, Minggu (29/9/2019).
[irp]
Agus membagi wilayah Gresik menjadi tiga. Di wilayah utara yang meliputi pesisir pantai utara lebih banyak berkembang industri. Sementara di wilayah tengah ada pertanian. Dan wilayah selatan yang lebih berkembang bidang ekonomi sektor jasa.
"Secara umum itu pembagian wilayah di Gresik. Di wilayah tengah ini yang perlu diperhatikan," kata mantan Kepala Dinas Penanaman Modan dan Perizizinan (DPMP) Kabupaten Gresik.
Di Gresik, kata Agus, pertumbuhan ekonomi lokal perlu diperhatikan serius agar tidak tergerus pertumbuhan ekonomi di sektor industri dan jasa. Dia menilai ekonomi masyarakat yang bersumber dari pertanian, pertambakan hingga kerajinan perlu diperhatikan serius.
[irp]
"Di era sekarang industrialisasi itu keniscayaan. Kalau ekonomi lokal atau ekonomi yang tumbuh dari rakyat tidak tersentuh, seiring waktu akan tergerus. Itu yang mengkhawatirkan. Jadi, ekonomi lokal itu nanti harapannya mampu jadi ekonomi alternatif," urai Agus Muallif.
Dia meyakini, pertanian dan pertambakan di wilayah tengah dan utara Gresik, bisa tumbuh jika ditunjang program pemberdayaan yang tepat dari pemerintah.Menurut Agus, sudah saatnya pertanian dan pertambakan perlu ada teknologisasi agar menghasilkan panen melimpah.
"Mereka (petani/petambak) berharap sekali hasil panen melimpah. Sehingga tidak beralih ke industri modern meninggalkan pertanian," jelasnya.
[irp]
Begitu juga, lanjut Agus, ekonomi kreatif masyarakat seperti kerajinan batik berpotensi menjadi industri padat karya baru di Gresik.
"Ini nanti yang bisa menyerap tenaga baru masyarakat," katanya.
Agus Muallif diketahui ikut meramaikan bursa calon Bupati Gresik 2020. Pria yang kini sebagai advisor di JIIPE itu mendaftar melalui PDIP. Agus akan bersaing mendapatkan rekom dari partai besutan Megawati Soekarno Putri itu, seperti Wakil Ketua DPRD Gresik, Ashlachul Alif dan mantan Ketua DPRD Gresik Ahmad Nadlir. (*/mkr)
Editor : Redaksi