KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pasuruan sepanjang 2020 sebagian besar disebabkan oleh hubungan arus listrik pendek atau korsleting. Hingga 26 desember, tercatat ada 68 kali kejadian kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pasuruan.
[irp]
"Kebakaran selama tahun ini total ada 68 kejadian sejak 14 Januari hingga 26 Desember. Kejadian kebakaran itu terbanyak disebabkan oleh korsleting listrik,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Pramana.
DIkatakan, korsleting tidak hanya terjadi di rumah namun juga melanda juga pabrik, gudang, lahan kosong, bengkel, hingga pasar. Selain korsleting listrik penyebab kebakaran lainnya adalah tungku atau kompor, bakar sampah, dan lainnya. Selama kebakaran tidak sampai ada korban jiwa. Namun, kerugian materil diperkirakan mencapai total Rp 2 miliar. “Kerugian materiil diperkirakan sudah masuk 2 digit miliar,” jelasnya.
Bakti Jati Permana mengimbau kepada masyarakat agar lebih memperhatikan jaringan listrik rumah tangganya. Selain itu, agar berhati-hati saat menggunakan kompor, baik elpiji atau minyak atau kayu bakar. “Saat ini sebaiknya masyarakat mulai merencanakan memiliki APAR di masing-masing rumah. Tujuannya, untuk pemadaman,” pungkas Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan ini. (hen)
Editor : Redaksi