KLIKJATIM.Com | Gresik—Pelaksanaan Pemilihan Bupati (pilbup) Gresik masih akhir tahun 2020. Beberapa kandidat mulai bermunculan. Bahkan sudah mengikuti penjaringan melalui partai politik.
Salah satunya Agus Muallif. Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Gresik itu turut meramaikan kontestasi Pilbup Gresik melalui jalur partai politik. Agus juga telah mengikuti fit and propert test di DPD PDIP Jatim.
“Dengan niat pengabdian kepada masyarakat Gresik, saya siap dan serius mencalonkan diri sebagai bupati,” kata Agus Muallif, di Gresik, Jumat (20/9/2019).
[irp]
Kiprah Agus tidak bisa dianggap remeh di Kabupaten Gresik. Lulusan Institute Teknologi 10 Nopember (ITS) itu sejak 1994 telah menggeluti dunia birokrasi Gresik sebagai PNS.
Tercatat Agus pernah didapuk sebagai Kepala Dinas Perindustrian. Selanjutnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan selama tujuh tahun di bawah kendalinya. Kini Agus dipercaya sebagai advisor di Java Integrated Industrial and Port Estate (JPIP).
“Terakhir sebelum pensiun 2019 ini saya di Kepala Dinas Ketenagakerjaan,” kata pria lulusan Magister Universitas Airlangga ini.
[irp]
Meski berlatar belakang sebagai birokrat, bukan lantas Agus jauh dari politik. Sejak mahasiswa Agus terkenal sebagai aktifis di kampusnya. Baik intra kampus maupun ekstra kampus.
Ketua BEM Fakultas Teknik Perkapalan ITS Surabaya pernah diembannya semasa mahasiswa. Selain itu, Agus juga pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surabaya hingga Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Jawa Timur.
“Latar belakang saya aktifis. Saya juga pernah demo, pernah susah, pernah turun jalan. Jadi sudah biasa dengan dunia pemberdayaan masyarakat dan advokasi masyarakat. PNS itu bagian dari salahsatu jalan pengabdian,” ujarnya.
[irp]
Terkait pencalonannya sebagai Bupati Gresik, dengan tegas Agus menjawab serius ikhtiarnya berjuang kepada masyarakat Gresik. Dia menilai banyak sektor yang perlu dipertegas kebijakannya untuk kemajuan Gresik.
“Di Gresik ini ada sektor jasa, industri dan pertanian. Ketiganya harus dikelola seimbang agar tidak timpang,” kata pria yang pernah menulis buku ‘HIMDA (Muhammad) dalam Konflik Agama dan Bangsa’ ini.
Terkait pendaftarannya melalui PDIP, hingga saat ini Agus masih terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh politik. Dia berharap rekom PDIP bisa dijatuhkan kepadanya.
“Sekarang masih terus membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh politik. Turun ke lapangan juga, menyapa komunitas dan beberapa unsur masyarakat di Gresik,” ujarnya. (roh/mkr)
Editor : Redaksi